Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 7 Mei 2026
Isu Bali Dijual Murah: Harus Ada Standarisasi Harga Pelaku Wisata Bahari
Selasa, 30 Oktober 2018,
15:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) berharap dalam Musyawarah Daerah (Musda) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) ke-4 ini dilakukan pembahasan terkait standarisasi harga sehingga kedepan tidak ada lagi kejadian pariwisata Bali dijual murah kepada wisatawan.
[pilihan-redaksi]
“Saya ingin, dalam forum ini dibahas standarisasi harga baik minimum maupun maksimum, untuk menghindari kejadian parwisata Bali yang dijual murah,” ungkap Cok Ace saat membuka Musda Gahawisri di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar.
“Saya ingin, dalam forum ini dibahas standarisasi harga baik minimum maupun maksimum, untuk menghindari kejadian parwisata Bali yang dijual murah,” ungkap Cok Ace saat membuka Musda Gahawisri di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar.
Dalam sambutannya Wagub Cok Ace, menyambut baik musda yang dilaksanakan oleh Gahawisri Bali. Menurutnya sebagai sebuah organisasi sudah seharusnya dilaksanakan musda sebagai bentuk pendidikan demokrasi yang aspiratif dalam menentukan pimpinan selanjutnya.
Selain itu, Wagub juga menyampaikan bahwa sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang pariwisata maka diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di Bali. Untuk mewujudkan hal tersebut, Cok Ace menekankan 3 hal penting yang perlu diperhatikan, diantaranya; pertama Kualitas, pariwisata berkelanjutan dapat memberikan pengalaman berkualitas bagi pengunjung, sekaligus meningkatkan kualitas masyarakat setempat dan melindungi kualitas lingkungan;
kedua Kontinuitas, Pariwisata berkelanjutan menjamin dalam memberikan pengalaman yang memuaskan bagi pengunjung; dan ketiga Keseimbangan, menyeimbangkan pariwisata berkelanjutan, kebutuhan industri pariwisata, pendukung lingkungan dan masyarakat setempat.
Selanjutnya, Cok Ace berharap agar pengembangan kegiatan wisata tirta agar lebih diarahkan menuju upaya pengembangan kawasan usaha yang ramah lingkungan dan menghindari pencemaran serta perusakan lingkungan.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, Ketua DPD Gahawisri Ida Bagus Agung Parta Adnyana, menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Bali atas dukungan diselenggarakannya musda tersebut. Terkait instruksi Wagub Cok Ace untuk pembahasan standarisai, maka dalam musda tersebut akan dilakukan dengan diskusi pembahasan standarisasi harga, setelah disepakati dalam forum maka pihaknya akan mengajukan kepada Pemprov Bali untuk dilakukan pembahasan dan persetujuan.
Sementara itu, Ketua DPD Gahawisri Ida Bagus Agung Parta Adnyana, menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Bali atas dukungan diselenggarakannya musda tersebut. Terkait instruksi Wagub Cok Ace untuk pembahasan standarisai, maka dalam musda tersebut akan dilakukan dengan diskusi pembahasan standarisasi harga, setelah disepakati dalam forum maka pihaknya akan mengajukan kepada Pemprov Bali untuk dilakukan pembahasan dan persetujuan.
Ia berharap musda yang diikuti oleh para pelaku usaha bahari tersbeut dapat terlaksana dengan baik dan mencapai suatu keputusan yang baik dalam membangun pariwisata bahari yang berkelanjutan. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 705 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 649 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 477 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 461 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026