Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pendidikan Karakter Diabaikan, Satu Generasi Akan Hilang
Jumat, 2 November 2018,
12:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua TP PKK yang juga selaku Bunda PAUD Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengingatkan agar para guru tak hanya fokus pada upaya mengasah kecerdasan intelektual, namun juga memberi perhatian pada pendidikan karakter yang meliputi sikap mental, budi pkerti dan spiritual anak-anak.
Sebab jika pendidikan karakter diabaikan, ia khawatir bangsa ini akan kehilangan satu generasi. "Mengikuti perkembangan jaman itu harus, namun tetap harus mengakar pada jati diri," tandasnya saat menghadiri rangkaian kegiatan Porseni Nasional IX IGTKI-PGRI yang melibatkan Guru Taman Kanak-Kanak (TK) se-Indonesia di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Kamis (1/11) hingga Sabtu (3/11). Kehadiran Putri Koster bertujuan untuk memberi semangat Kontingen Guru TK Bali dalam mengikuti berbagai lomba yang berkaitan dengan kreativitas mengajar tersebut.
Putri Koster yang didampingi Kadis Pendidikan T.I.A Kusuma Whardani mengapresiasi pelaksanaan ajang ini sebagai bagian penting dari upaya peningkatan kualitas Guru TK di seluruh tanah air. Ia berharap, para guru yang mengikuti kegiatan ini dapat menimba ilmu dan pengalaman untuk nantinya diterapkan pada proses belajar mengajar.
"Jangan berhenti hanya sampai pelaksanaan lomba, yang penting penerapannya. Para peserta harus dapat menimba pengalaman sebanyak-banyaknya dari kegiatan ini," ujarnya.
Lebih jauh, Putri Koster juga menyinggung mulianya tugas dan tanggung jawab yang diemban seorang Guru TK. Mereka mengemban tugas mendidik anak-anak dalam usia emas. Khusus untuk Bali, selama ini sudah dikembangkan pendidikan PAUD berbasis banjar.
Ia berharap ke depannya sistem ini makin dioptimalkan dan terintegrasi. Pada bagian lain, wanita yang piawai berpuisi ini juga mengingatkan agar dalam proses belajar mengajar, Guru TK lebih banyak memperkenalkan permainan tradisional kepada anak didik.
Sementara itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang diwakili Anggota OASE Kabinet Kerja Ny.Muhajir Effendy mengutarakan kekagumannya terhadap semangat yang ditunjukkan para guru dalam mengikuti lomba. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru yang punya andil besar dalam mendidik anak usia dini. Menghadapi tantangan jaman, ke depannya ia mengingatkan agar para guru lebih banyak memberi perhatian pada upaya menanamkan kecintaan pada budaya bangsa.
Ketua IGTKI Pusat Farida Yusuf selaku ketua panitia melaporkan bahwa ajang Porseni melibatkan 1.400 Guru TK, 1.500 suporter dan 100 orang panitia. Bidang yang dilombakan meliputi bidang pengajaran anak usia dini seperti gerak lagu, seni fantasi dan mengarang lagu. Lomba ini bertujuan untuk mengasah kreatifitas guru dalam mengajar anak usia dini. Pada ajang ini, Bali mengirim 84 Guru TK untuk mengikuti berbagai lomba.
Berita Premium
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026