Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kiat Kepala Sekolah SMAN 1 Rendang Agar Siswa Buang Sampah pada Tempatnya

Sabtu, 3 November 2018, 16:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Bicara mengenai sampah, selain peran aktif dari pemerintah juga diperlukan kesadaran diri akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. 
 
Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya ini rupanya sudah diterapkan di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Rendang, Karangasem.  Menurut Kepala Sekolah SMA N 1 Rendang, Drs. I Wayan Janiarta, pihaknya mulai menerapkan budaya bersih di lingkungan sekolah tersebut sejak tahun 2012. 
 
 
Setiap siswa diwajibkan agar membuang dan memilah sampah sesui jenisnya di wadah yang sudah disediakan disetiap ruangan kelas.  Setiap hari saat penghujung jam sekolah wadah-wadah yang berisi sampah tersebut harus sudah terkumpul yang nantinya akan diangkut oleh rekanan bank sampah dari Bangli.
 
"Ya kita didik siswa sejak dini agar terbiasa untuk membuang sampah pada tempatnya," ujarnya.
 
Untuk semakin mengingatkan, dirinya juga memberikan semacam sangsi bagi kelas yang membiarkan tempat sampah terisi tanpa dibuang dalam sehari. Maka seluruh siswa dikelas tersebut diberikan hukuman membersihkan toilet.  Selain itu, ada juga bendera hijau dan hitam. 
 
Bendera ini setiap minggunya akan berubah ubah di masing masing kelas. Jika kebersihannya buruk maka kelas itu akan mendapat predikat bendera hitam sementara jika bersih akan mendapat bendera hijau. Tentu dengan ini anak didiknya akan merasa gengsi jika sampai mendapat bendera hitam. 
 
Meski demikian Pria yang sempat mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri berkat kesuksesannya dalam pengelolaan lingkungan sekolah SMA 1 Rendang tersebut mengaku tidaklah mudah untuk membiasakan hal tersebut. Untuk membangun kesadaran anak didiknya itu diperlukan kesabaran yang luar biasa. Terutama dengan rutin mengingatkan setiap paginya sebelum masuk keruangan kelas.
 
"Memang sulit menjadikan ini sebuah kebiasaan, keta harus sabar dan sering mengingatkan," ujarnya. 
 
Sementara itu, terkait persoalan sampah dirinya paham betul, jika masalah sampah tidak akan selesai jika hanya sebatas dikumpulkan diangkut dan kembali dibuang. Hal ini tentu akan menimbulkan permasalahan yang baru di lokasi pembuangan, untuk itu selanjutnya untuk itu penting sekali ada pengelolaan sampah.
 
"Masalah sampah tidak akan berakhir jika hanya dikumpulkan dan dibuang, harus ada pengolahannya," imbuh Janiarta. 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Diskominfo Buleleng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami