Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Penggunaan Tebu Dalam Upacara Potong Gigi Sebagai Simbul Rasa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tebu seringkali digunakan dalam setiap upacara oleh masyarakat Hindu di Bali, salah satunya dalam upacara potong gigi atau yang dikenal dengan istilah mepandes. Penggunaan tebu dalam upacara potong gigi merupakan sebagai bentuk simbul rasa. Demikian terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Pemanfaatan Tebu dalam Upacara Adat di Kabupaten Tabanan, Bali” yang ditulis oleh I Nyoman Peneng dan I Wayan Sumantera serta dipublikasikan dalam Jurnal Biodiversitas, Volume 6, nomor 2 tahun 2005.
I Nyoman Peneng dan I Wayan Sumantera menuliskan pada upacara potong gigi,, tebu digunakan sebagai sarana sesajen/banten dan sebagai singgang gigi/pedangal agar mulut tetap terbuka, sehingga mudah dilakukan pengikiran/pemotongan. Upacara ini bertujuan untuk mengurangi/ mengendalikan hawa nafsu yaitu sifat manusia yang dianggap kurang baik, bahkan sering dianggap sebagai musuh di dalam diri sendiri.
Tebu dipandang memiliki makna sebagai simbul rasa untuk merasakan dan membedakan “sad rasa” (enam rasa) yang hanya dapat dirasakan di dalam mulut. Keenam rasa tersebut yaitu manis, pahit, asin (pakeh), pedas (lalah), asam (masem) dan kecut (sepet).
Varietas tebu yang digunakan dalam upacara potong gigi adalah tebu ratu, tebu kuning, tebu hitan, tebu malem, tebu tiying, dan tebu swat. Terdapat 8 varietas tebu yang dimanfaatkan dalam upacara adat yakni: tebu ratu/raja, tebu tiying, tebu kuning, tebu selem (hitam/cemeng/ireng), tebu malem, tebu tawar, tebu salah dan tebu swat. Varietas yang paling banyak digunakan adalah tebu ratu, tebu tiying, tebu kuning, tebu malem, tebu hitam dan tebu swat, sehingga lumrah adanya.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 952 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 782 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 600 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 558 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik