Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Kapolri Sebut Bali Mulai Macet Kemana-Mana, Perlu Diintensifkan Transportasi Publik
Kamis, 15 November 2018,
22:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kapolri Tito Karnavian saat membuka rapat koordinasi Pembina Samsat Nasional 2018 di Kuta mengatakan, peningkatan pelayanan khususnya pembayaran pajak kendaraan bermotor sangat menguntungkan publik. Sehingga dengan kemudahan administrasi itu akan mendorong minat masyarakat untuk memiliki kendaraan.
“Sehingga banyak kendaraan pribadi akan menumpuk, sementara infrastuktur jalan tidak disiapkan sehingga terjadi kemacetan,” terangnya.
Jenderal Tito menyebutkan sekarang ini ada 130 juta kendaraan di Indonesia, dan setiap tahunnya bertambah enam juta kendaraan baru. Akibatnya, baik pusat maupun daerah mendapat keuntungan dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Jenderal bintang empat lulusan Akpol tahun 1987 itu berharap pemerintah daerah dapat mencari terobosan untuk membatasi kepemilikan kendaraan pribadi dan mengintensifkan transportasi publik untuk mengurangi kemacetan.
“Di Bali kemana-mana mulai macet. Maaf Pak Koster, jalannya tetap segitu, lebar jalan juga tetap segitu. Kita mempermudah masyarakat dalam pelayanan mengurus administrasi dan mendapatkan keuntungan PNBP. Tapi, mari kita berpikir secara luas untuk daerah yang mulai terasa kemacetannya seperti Jawa, luar Jawa dan Jakarta yang macetnya sudah berjam-jam dan keluar rumah sudah stres sendiri. Kalau Papua dan Kalimantan masih oke," ujar mantan Kapolda Papua ini.
Pada kesempatan itu, Kapolri mencontohkan Singapura. Di negeri Singa intensif kendaraan pribadi dipersulit. Sedangkan transportasi publik dimaksimalkan. Bahkan, parkir untuk kendaraan pribadi lumayan mahal yaitu Rp 100 ribu.
“Kalau di Indonesia justru sebaliknya. Kendaraan pribadi banyak dan mengakibatkan macet di mana-mana dan kendaraan publik tidak banyak bahkan pembebasannya juga sulit. Marilah, Bapak-bapak Gubernur sebagai pembuat kebijakan agar mulai berpikir soal ini untuk mengurangi kemacetan,” harapnya.
Rakor Pembina Samsat Nasional itu dihadiri jajaran Direktur Lalu Lintas Polda se-Indonesia, 30 Direktur Bank Pemerintah dan Swasta, Jasa Raharja, Kementerian Keuangan dan Kakorlantas Mabes Polri, Kapolri Jenderal Pol Profesor Tito Karnavian meresmikan Samsat Online (e-samsat) di Kuta, Kamis (15/11) pagi kemarin. Penerapan s-samsat ini hanya berlaku di 24 Provinsi di Indonesia dan 10 Provinsi lainnya menyusul tahun depan.
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 750 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 679 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 498 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 474 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026