Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 5 November 2026
Kondisi Balita Nengah Pait Memprihatinkan Butuh Biaya Pengobatan
Jumat, 16 November 2018,
08:02 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pasangan suami istri, I Ketut Desel (30) dan Ni Kadek Sarianti (23) asal Banjar Dalem, Desa Tiyanyar Tengah, Kubu, Karangasem harus menelan pil pahit menyaksikan perkembangan buah hati mereka yang sungguh sangat memprihatinkan.
I Nengah Pait, begitu nama yang diberikan pasutri ini kepada putra tercintanya itu. Terlahir dengan berat normal 3,1 kilogram 16 bulan silam tepatnya pada tanggal 4 Mei 2017 dibantu oleh bidan setempat menjadi awal perjalanan Nengah Pait. Mulanya tumbuh kembang Nengah Pait berjalan normal seperti bayi normal lainnya. Namun semuanya berubah ketika Nengah memasuki usia 1 bulan secara tiba tiba Nengah mengalami gejala sesak nafas.
"Ketika berusia 1 bulan, Nengah tiba tiba seperti mengalami sesak nafas, lalu kami periksakan ke bidan tempat bersalin, kata bidan bayi kami mengalami sesak nafas," tutur Sarianti ketika salah satu Anggota DPRD Karangasem, I Nyoman Musna Antara datang melihat kondisi putranya tersebut pada Kamis (15/11).
Setelah divonis bahwa putranya itu mengalami sesak nafas, setelah diperiksa bukannya membaik tetapi kondisi Nengah Pait malah semakin memburuk. Karena tidak ada perkembangan, sebulan kemudian orang tua Nengah kembali memeriksakan kondisi putranya itu ke Puskesmas. Setelah dibawa ke Puskesmas, kondisi Nengah juga tidak menunjukkan tanda tanda membaik hingga akhirnya Sarianti dan Suami memutuskan untuk memeriksakan Nengah ke rumah sakit.
Namun apa yang terjadi, di rumah sakit lagi lagi putranya hanya divonis mengalami sesak nafas. Singkat cerita, waktu terus berjalan 16 bulan berlalu kini kondisi Nengah Pait sungguh memprihatinkan, berat badannya hanya 2,8 kilogram, tubuhnya kurus, pada bagian tangan kaki dan punggung mengalami pembengkakan serta kaku bahkan nafasnya juga terasa berat.
Kondisi Nengah diperparah dengan sulitnya untuk makan dan minum, dalam sehari Nengah hanya mampu menghabiskan 3 sendok bubur dan satu botol dot kecil susu formula. Sementara itu, kondisi ekonomi yang serba kekurangan juga menyebabkan Nengah Pait hingga kini belum diperiksakan kembali ke dokter lantaran terkendala biaya. Meski memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi karena nunggak bayar premi sejak Desember 2017 kartu tidak bisa digunakan kecuali tunggakan sebelumnya dilunasi.
Sehari-hari orang tua Nengah hanya bekerja sebagai petani tuak yang nantinya diolah menjadi gula aren yang dihargai Rp. 10 ribu per kilonya. Sedangkan Surianti hanya bekerja mencari kayu bakar itupun ketika musim kemarau dengan penghasilan 20 ribu per harinya. Ketika memasuki musim penghujan, rejeki Surianti sedikit bertambah hanya saja dirinya harus mengorbankan seluruh waktunya untuk bekerja sebagai buruh cangkul di daerah Trunyan, Kintamani, Bangli.
"Berangkat pukul 04.00 wita pulang 19.00 wita, menempuh perjalanan kaki sejauh 5 kilometer dengan upah Rp. 60 ribu perharinya," tutur Surianti.
Mendengar cerita tersebut, Nyoman Musna Antara yang juga sebagai Ketua Komisi IV DPRD Karangasem itu mengaku akan mendorong agar Kartu KIS milik Nengah Pait bisa dibiayai pemerintah sehingga bisa dipergunakan untuk berobat kembali tanpa memikirkan soal bayar premi dan biaya lagi.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
02
03
04
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 609 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 494 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026