Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Telkom Raup Rp113,5 Triliun, Transformasi TLKM 30 Dipercepat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026. Pendapatan tersebut tumbuh 3,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), di tengah dinamika industri telekomunikasi dan berlanjutnya transformasi bisnis TLKM 30.
Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang bisnis Data, Internet & IT Services yang meningkat 8,3 persen YoY menjadi Rp71,5 triliun.
Dari sisi profitabilitas, Telkom membukukan EBITDA sebesar Rp55,5 triliun atau tumbuh 2 persen YoY, dengan margin EBITDA 48,9 persen. Laba bersih tercatat Rp14,4 triliun dengan margin 12,7 persen.
Sementara itu, laba bersih normalisasi meningkat 3,9 persen YoY menjadi Rp16,5 triliun, dengan margin 14,6 persen.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan perseroan terus menjalankan arah strategis TLKM 30 dengan fokus pada penguatan bisnis inti dan transformasi yang memberikan manfaat nyata.
“Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal. Tren ini merupakan peluang bagi TelkomGroup untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan nilai dari kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki. Karena itu, kami terus menyiapkan bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu menangkap peluang industri digital ke depan,” ujar Nanang.
Empat Segmen Bisnis Catat Pertumbuhan
Pada segmen B2C yang mencakup mobile dan fixed broadband, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp81,6 triliun atau tumbuh 3,5 persen YoY.
Telkomsel mencatat pertumbuhan pendapatan 1,8 persen YoY menjadi Rp82,9 triliun. Kinerja tersebut terutama ditopang bisnis digital yang meningkat 7,7 persen YoY menjadi Rp60,7 triliun.
Pertumbuhan didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta strategi komersial untuk memperkuat monetisasi layanan seluler. ARPU seluler Telkomsel tumbuh 7,1 persen YoY menjadi Rp45.400, sementara data yield meningkat 6,5 persen.
Di sisi lain, pendapatan IndiHome tercatat Rp19,1 triliun seiring penataan basis pelanggan. Namun, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan secara kuartalan.
Pada kuartal III 2026, jumlah pelanggan IndiHome meningkat 1,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 9,63 juta pelanggan. ARPU juga naik 3,2 persen QoQ menjadi Rp217.700.
Pada segmen B2B Infrastructure, pendapatan tumbuh 5,5 persen YoY menjadi Rp7,1 triliun, didukung layanan data center, konektivitas, dan penyewaan infrastruktur TelkomGroup.
Mitratel mencatat pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan FTTT sebesar Rp7,01 triliun atau tumbuh 1,8 persen YoY. EBITDA mencapai Rp5,81 triliun, sedangkan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun. Margin EBITDA tercatat 82,9 persen dan margin laba bersih 22,2 persen.
Sementara itu, NeutraDC mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 17 persen YoY menjadi Rp1,39 triliun hingga September 2026. EBITDA meningkat 35 persen YoY dengan margin 40,9 persen.
Pertumbuhan didukung kontribusi data center di Singapura dan Cikarang, seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan serta komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui layanan Neutra Compute.
NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitas data center hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW). Untuk mendukung rencana tersebut, TelkomGroup tengah menjajaki kemitraan strategis guna memperkuat kapabilitas teknis, akses pasar, dan pendanaan.
Pada segmen B2B ICT, pendapatan mencapai Rp11,2 triliun atau meningkat 3,1 persen YoY. Segmen usaha kecil dan menengah (SME) menjadi penggerak utama dengan pendapatan tumbuh 10,2 persen YoY menjadi Rp3,3 triliun.
Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan pelanggan Indibiz sebesar 10,9 persen YoY menjadi 771,1 ribu pelanggan. Bisnis konektivitas High-Speed Internet (HSI) Telkom Solution juga tumbuh 6,2 persen.
Segmen International turut mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 5,8 persen YoY menjadi Rp8,9 triliun. Pendapatan jaringan meningkat 50,2 persen YoY menjadi Rp1,37 triliun, seiring penguatan konektivitas internasional bagi global hyperscalers dan global carriers.
Telin juga memperluas jaringan internasional melalui pengembangan kabel laut, termasuk ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026 dan proyek INSICA yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.
Pengembangan tersebut mendukung posisi Batam sebagai hub kabel laut yang terintegrasi dengan fasilitas data center NeutraDC.
“Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut dan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global,” tambah Nanang.
Streamlining Jadi Prioritas Transformasi TLKM 30
Telkom terus menjalankan transformasi melalui TLKM 30 yang memiliki empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift.
Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses dan kualitas layanan, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, mengoptimalkan nilai aset melalui monetisasi dan kolaborasi strategis, serta memperkuat peran Telkom sebagai strategic holding.
Pada pilar Operational & Service Excellence, TelkomGroup menjaga disiplin pengelolaan biaya dan arus kas untuk mendukung efisiensi operasional, keberlanjutan investasi, serta kualitas layanan.
Pengelolaan kas dilakukan secara disiplin di tengah penyesuaian pembayaran operasional dan karyawan, termasuk pembayaran terkait program pensiun dini atau Early Retirement Program (ERP).
Pada pilar Streamlining, hingga kuartal III 2026 Telkom telah merampungkan penataan 14 entitas, terdiri dari divestasi tiga entitas, penutupan sembilan entitas, serta penggabungan dua entitas.
TelkomGroup merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp15,7 triliun, dengan rasio capex terhadap pendapatan sebesar 13,8 persen. Sebanyak 94,3 persen capex dialokasikan untuk segmen B2C dan B2B Infrastructure guna memperluas kapabilitas konektivitas digital.
“Melalui TLKM 30, kami terus menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis TelkomGroup, dengan streamlining sebagai prioritas utama tahun ini. Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile, serta semakin fokus pada bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.”
Salah satu tonggak penting dalam agenda Unlock Value adalah rampungnya pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026.
Melalui langkah tersebut, lebih dari 90 persen aset jaringan TelkomGroup dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan melalui model bisnis carrier-neutral dan open-access. Model ini diharapkan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur serta membuka peluang komersialisasi dan kemitraan strategis.
“Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang semakin solid dan prima. Sejalan dengan itu, TelkomGroup akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan customer experience terbaik, sehingga setiap inovasi dan kapabilitas yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi pelanggan dan masyarakat,” tutup Nanang.
Editor: Redaksi
Reporter: Telkom
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 552 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 411 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 409 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan