Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Suastini Koster Dorong Guru Tanamkan Pendidikan Karakter Melalui Metode Berkesenian
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster mendorong para guru untuk menggunakan metode berkesenian dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak didik. Apalagi melalui berkesenian para guru akan dapat mengolah cipta, rasa dan karsa para anak didik. Hal itu disampaikan Putri Suastini Koster pada acara Sarasehan Seni dan Budaya Kasih Alam Semesta dengan tema Membangun Generasi Penerus Bangsa yang Berbudi Pekerti Luhur di Denpasar pada Jumat (16/11).
“Tidak hanya berkesenian pada tataran luar namun juga di dalamnya. Mengajarkan budi pekerti melalui seni itu menjadi salah satu metodenya. Untuk itu, saya mengajak para guru untuk terus meningkatkan budi pekerti para peserta didik agar apa yang kita khawatirkan tidak terjadi dimana anak bangsa rusak karena minimnya moral dan akhlak. Semua ini atas didasari kekawatiran pada anak akan pergaulan bebas, Narkoba serta hal negatif lainnya," ujar Suastini Koster.
Suastini Koster mengatakan jika pendidikan budi pekerti memiliki substansi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Dukungan guru sebagai orang tua di sekolah sangat diperlukan untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Menurutnya, guru penuh akan tanda jasanya dalam membangun anak bangsa.
Menurut Suastini Koster, di jaman sekarang ini, banyak generasi muda yang salah pergaulan. Generasi muda terjebak dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba serta melakukan tindakan melawan hukum lainnya. Hal ini ditenggarai akibat dari turunnya moral mereka serta minimnya pengetahuan serta budi pekerti, sehingga jika tidak mendapat perhatian khusus maka mereka akan semakin mengkhawatirkan.
"Perubahan karakter dari generasi ke generasi memang sangat terlihat saat ini. Kita harus paham karakter anak. Karena orang tua sangat berperan penting terhadap keberlangsungan mereka. Kita sebagai rang tua harus bisa memahami itu," kata Suastini Koster.
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2313 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun