Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Suastini Koster Dorong Guru Tanamkan Pendidikan Karakter Melalui Metode Berkesenian
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster mendorong para guru untuk menggunakan metode berkesenian dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak didik. Apalagi melalui berkesenian para guru akan dapat mengolah cipta, rasa dan karsa para anak didik. Hal itu disampaikan Putri Suastini Koster pada acara Sarasehan Seni dan Budaya Kasih Alam Semesta dengan tema Membangun Generasi Penerus Bangsa yang Berbudi Pekerti Luhur di Denpasar pada Jumat (16/11).
“Tidak hanya berkesenian pada tataran luar namun juga di dalamnya. Mengajarkan budi pekerti melalui seni itu menjadi salah satu metodenya. Untuk itu, saya mengajak para guru untuk terus meningkatkan budi pekerti para peserta didik agar apa yang kita khawatirkan tidak terjadi dimana anak bangsa rusak karena minimnya moral dan akhlak. Semua ini atas didasari kekawatiran pada anak akan pergaulan bebas, Narkoba serta hal negatif lainnya," ujar Suastini Koster.
Suastini Koster mengatakan jika pendidikan budi pekerti memiliki substansi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Dukungan guru sebagai orang tua di sekolah sangat diperlukan untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Menurutnya, guru penuh akan tanda jasanya dalam membangun anak bangsa.
Menurut Suastini Koster, di jaman sekarang ini, banyak generasi muda yang salah pergaulan. Generasi muda terjebak dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba serta melakukan tindakan melawan hukum lainnya. Hal ini ditenggarai akibat dari turunnya moral mereka serta minimnya pengetahuan serta budi pekerti, sehingga jika tidak mendapat perhatian khusus maka mereka akan semakin mengkhawatirkan.
"Perubahan karakter dari generasi ke generasi memang sangat terlihat saat ini. Kita harus paham karakter anak. Karena orang tua sangat berperan penting terhadap keberlangsungan mereka. Kita sebagai rang tua harus bisa memahami itu," kata Suastini Koster.
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang