Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tahun Ini, Jembrana Targetkan Realisasi Program Bedah Rumah Sebanyak 91 Unit

Jumat, 15 Februari 2019, 19:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Beritabali.com, Jembrana. Pemkab Jembrana terus berupaya menuntaskan persoalan kemiskinan, salah satunya melalui program bedah rumah yang mulai digagas sejak kepemimpinan Bupati artha dan Wabup Kembang Hartawan. 
 
[pilihan-redaksi]
Dimana anggaran untuk program ini tiap tahun terus ditingkatkan. Untuk tahun 2019 , Pemkab Jembrana menargetkan program bedah rumah sebanyak 91 unit. Per unit dianggarkan Rp30 juta. Jumlah itu naik dari sebelumnya Rp25 juta per unit. Harapannya  masyarakat kurang mampu (kk miskin) di Kabupaten Jembrana bisa terus berkurang melalui pemenuhan kebutuhan dasar yakni rumah layak huni.
 
Untuk mengawali pelaksanaan di tahun 2019, Jumat(15/2) Bupati I Putu Artha meletakkan batu pertama di salah satu rumah kk miskin I Gusti Putu Slamet Arnawa(47) asal Banjar Anyar Kelod desa Penyaringan kecamatan Mendoyo.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana, I Wayan Darwin mengatakan, bantuan bedah rumah akan disebar ditiap-tiap kecamatan.  Untuk tahap pertama , akan diprioritaskan bagi 7 kk miskin di kecamatan Mendoyo. 
 
“KK miskin yang ada di kecamatan Mendoyo ini menjadi prioritas, mengingat mereka juga sempat terkena musibah banjir bandang beberapa waktu lalu. Ketujuh  KK miskin itu berasal dari Kelurahan Tegal cangkring, Desa penyaringan serta Mendoyo Dauh Tukad," ujarnya di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan bedah rumah.
 
Bupati I Putu Artha mengatakan, pemerintah melakukan upaya serius untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Jembrana. “Salah satu upaya dalam menanggulangi dan mengentaskan kemiskinan, kami melakukan upaya dengan program bedah rumah. Tahun ini(2019) kita targetkan sebanyak 91 bedah tumah, setiap unitnya dianggarkan sebesar Rp. 30. Jadi total keseluruhan mencapai Rp. 2,730 miliar, “ujarnya.
 
Dalam pengerjaannya, Artha juga meminta agar dikerjakan dengan pola gotong royong namun penyelesaiannya mesti tepat waktu, “lebih baik jika pola pengerjaannya itu dilakukan dengan gotong royong sehingga dari sisi anggaran dan juga biaya akan lebih banyak bisa digunakan untuk pembangunan termasuk pemenuhan bahan-bahan bangunan yang masih ada agar bisa dimanfaatkan. Sehingga penerima bisa segera merasakan memanfaat bedah rumah itu sendiri,“ tegasnya.
 
[pilihan-redaksi2]
Usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan bedah rumah, Bupati I Putu Artha beserta ibu, Ny. Ari Sugianti Artha, Sekda I Made Sudiada dan para pimpinan OPD, Camat Mendoyo I Gede Sujana, serta Perbekel desa Penyaringan langsung menemui KK miskin yang juga menerima bantuan bedah rumah, I Nyoman Neri(80) di Banjar Anyar Kelod desa Penyaringan kecamatan Mendoyo. 
 
Saat ditemui oleh orang nomor satu bumi Mekepung itu, Neri tengah terbaring lemas bersama anaknya I Gusti Ketut Sutama(38) yang juga menderita penyakit gangguan jiwa. Sedangkan Neri sendiri sejak tahun 1975 menderita cacat dan lumpuh. Selain memberikan bantuan bedah rumah,  Bupati I Putu Artha memberikan bingkisan sembako yang diterima salah seorang wakil keluarga.(bbn/Jim/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami