Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Raperda Desa Adat: LPD dan BUPDA Akan Diatur dengan Perda Lain
Selasa, 26 Februari 2019,
14:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Salah satu hal yang disepakati dalam pertemuan informal antara pimpinan DPRD dan pansus Raperda Desa Adat dengan Gubernur Koster adalah meski dicantumkan dalam Perda Desa Adat, keberadaan Lembaga Pencingkreman Desa (LPD) dan Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) akan diatur kemudian dengan Perda lain.
[pilihan-redaksi]
Dalam pertemuan juga disepakati untuk mempertahankan keberadaan Majelis Alit Desa Adat dalam struktur Majelis Desa Adat. Pertemuan ini dalam rangka mematangkan proses Raperda Desa Adat di ruang kerja Gubernur, Selasa (26/2).
Dalam pertemuan juga disepakati untuk mempertahankan keberadaan Majelis Alit Desa Adat dalam struktur Majelis Desa Adat. Pertemuan ini dalam rangka mematangkan proses Raperda Desa Adat di ruang kerja Gubernur, Selasa (26/2).
Pada pertemuan ini Gubernur Koster menyampaikan perkembangan soal pencantuman Lembaga Pencingkreman Desa termasuk pengawasannya serta beberapa masukan lain yang merupakan aspirasi masyarakat. Gubernur Koster tampak mempertimbangkan semua aspirasi yang masuk agar Perda ini juga mencerminkan keinginan masyarakat.
“Memang tidak seperti di konsep awal, kita sesuaikan dengan aspirasi para pemerhati,” katanya sembari berharap pertemuan ini bisa mengakselerasi proses pembuatan Perda.
[pilihan-redaksi2]
Sependapat dengan Gubernur, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengharapkan Perda ini menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat Bali tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat. “Ada ketidaksiapan masyarakat terhadap beberapa isu dan kita terima masukan itu,” kata mantan Bupati Tabanan ini.
Sependapat dengan Gubernur, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengharapkan Perda ini menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat Bali tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat. “Ada ketidaksiapan masyarakat terhadap beberapa isu dan kita terima masukan itu,” kata mantan Bupati Tabanan ini.
Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry mengatakan perlunya melakukan konsultasi terhadap perubahan-perubahan baru yang disepakati agar tidak menimbulkan multitafsir.
Dalam pertemuan yang berlangsung santai juga dibahas beberapa persoalan yang terkait dengan desa adat. Selain Pimpinan DPRD Bali dan anggota Pansus Raperda Bali, pertemuan ini juga dihadiri Tim Ahli Gubernur dan instansi terkait. Beritabali.com, Denpasar. Salah satu hal yang disepakati dalam pertemuan informal antara pimpinan DPRD dan pansus Raperda Desa Adat dengan Gubernur Koster adalah meski dicantumkan dalam Perda Desa Adat, keberadaan Lembaga Pencingkreman Desa (LPD) dan Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) akan diatur kemudian dengan Perda lain.
Dalam pertemuan juga disepakati untuk mempertahankan keberadaan Majelis Alit Desa Adat dalam struktur Majelis Desa Adat. Pertemuan ini dalam rangka mematangkan proses Raperda Desa Adat di ruang kerja Gubernur, Selasa (26/2).
Pada pertemuan ini Gubernur Koster menyampaikan perkembangan soal pencantuman Lembaga Pencingkreman Desa termasuk pengawasannya serta beberapa masukan lain yang merupakan aspirasi masyarakat. Gubernur Koster tampak mempertimbangkan semua aspirasi yang masuk agar Perda ini juga mencerminkan keinginan masyarakat.
“Memang tidak seperti di konsep awal, kita sesuaikan dengan aspirasi para pemerhati,” katanya sembari berharap pertemuan ini bisa mengakselerasi proses pembuatan Perda.
Sependapat dengan Gubernur, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengharapkan Perda ini menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat Bali tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat. “Ada ketidaksiapan masyarakat terhadap beberapa isu dan kita terima masukan itu,” kata mantan Bupati Tabanan ini.
Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry mengatakan perlunya melakukan konsultasi terhadap perubahan-perubahan baru yang disepakati agar tidak menimbulkan multitafsir.
Dalam pertemuan yang berlangsung santai juga dibahas beberapa persoalan yang terkait dengan desa adat. Selain Pimpinan DPRD Bali dan anggota Pansus Raperda Bali, pertemuan ini juga dihadiri Tim Ahli Gubernur dan instansi terkait. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2638 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026