Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 7 Mei 2026
Upacara Nyejer Pasca Melasti Bermakna Menegakkan Keyakinan Pada Tuhan
Senin, 4 Maret 2019,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Usai melakukan Melasti umat Hindu di Bali melakukan upacara nyejer. Upacara nyejer itu dilakukan dengan terus men-sthanakan simbol-simbol suci seperti pretima, pecanangan dengan segala kelengkapannya berkumpul di Pura Desa atau di Bale Agung Pura Desa. Upacara Nyejer memiliki makna menegakkan keyakinan pada Tuhan.
[pilihan-redaksi]
Demikian terungkap dalam sebuah artikel berjudul "Makna Penggunaan Kober Ganesha Saat Umat Hindu Melaksanakan Tawur Kesanga" yang ditulis oleh Drs. Dewa Nyoman Redana M.Si. Artikel tersebut merupakan prosiding seminar "Lokal Genius dalam Perspektif Kebijakan Publik, Hukum, Manajemen, Pertanian dan Pendidikan" yang digelar P3M Unipas Singaraja pada Oktober 2015.
Demikian terungkap dalam sebuah artikel berjudul "Makna Penggunaan Kober Ganesha Saat Umat Hindu Melaksanakan Tawur Kesanga" yang ditulis oleh Drs. Dewa Nyoman Redana M.Si. Artikel tersebut merupakan prosiding seminar "Lokal Genius dalam Perspektif Kebijakan Publik, Hukum, Manajemen, Pertanian dan Pendidikan" yang digelar P3M Unipas Singaraja pada Oktober 2015.
Nyejer juga bermakna menegakkan bakti kepada Tuhan sebagai kekuatan dasar dalam menghadapi dinamika kehidupan. Dimana rasa ketuhanan yang tangguh diyakini akan. Memberikan manusia kekuatan untuk mengendalikan hidup sehari hari yang dihadang oleh berbagai bentuk godaan. Kata nyejer berasal dari kata "jejer"yang artinya tegak tak tergoyahkan.
[pilihan-redaksi2]
Jadi, tujuan nyejer sesungguhnya membangun sraddha dan bhakti yang tangguh atau jejer pada Tuhan. Upacara Nyejer memiliki makna mirip dengan tradisi Hindu di India yang biasa dikenal dengan istilah akanda bajan. Istilah tersebut memiliki makna memuja Tuhan secara terus menerus.
Namun pelaksanaan akanda bajan dengan Nyejer sedikit berbeda. Dalam akanda bajan, pemujaan Tuhan dilakukan dengan mengidungkan nama-nama Tuhan terus-menerus. Ada akanda bajan dilakukan selama 12 jam, ada yang 24 jam, bahkan ada yang sampai tiga hari pemujaan dilakukan terus-menerus. Ada juga yang dilakukan secara bergantian. [bbn/mul]
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 716 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 660 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 485 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 466 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026