Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 1 Oktober 2026
Upacara Nyejer Pasca Melasti Bermakna Menegakkan Keyakinan Pada Tuhan
Senin, 4 Maret 2019,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Usai melakukan Melasti umat Hindu di Bali melakukan upacara nyejer. Upacara nyejer itu dilakukan dengan terus men-sthanakan simbol-simbol suci seperti pretima, pecanangan dengan segala kelengkapannya berkumpul di Pura Desa atau di Bale Agung Pura Desa. Upacara Nyejer memiliki makna menegakkan keyakinan pada Tuhan.
[pilihan-redaksi]
Demikian terungkap dalam sebuah artikel berjudul "Makna Penggunaan Kober Ganesha Saat Umat Hindu Melaksanakan Tawur Kesanga" yang ditulis oleh Drs. Dewa Nyoman Redana M.Si. Artikel tersebut merupakan prosiding seminar "Lokal Genius dalam Perspektif Kebijakan Publik, Hukum, Manajemen, Pertanian dan Pendidikan" yang digelar P3M Unipas Singaraja pada Oktober 2015.
Demikian terungkap dalam sebuah artikel berjudul "Makna Penggunaan Kober Ganesha Saat Umat Hindu Melaksanakan Tawur Kesanga" yang ditulis oleh Drs. Dewa Nyoman Redana M.Si. Artikel tersebut merupakan prosiding seminar "Lokal Genius dalam Perspektif Kebijakan Publik, Hukum, Manajemen, Pertanian dan Pendidikan" yang digelar P3M Unipas Singaraja pada Oktober 2015.
Nyejer juga bermakna menegakkan bakti kepada Tuhan sebagai kekuatan dasar dalam menghadapi dinamika kehidupan. Dimana rasa ketuhanan yang tangguh diyakini akan. Memberikan manusia kekuatan untuk mengendalikan hidup sehari hari yang dihadang oleh berbagai bentuk godaan. Kata nyejer berasal dari kata "jejer"yang artinya tegak tak tergoyahkan.
[pilihan-redaksi2]
Jadi, tujuan nyejer sesungguhnya membangun sraddha dan bhakti yang tangguh atau jejer pada Tuhan. Upacara Nyejer memiliki makna mirip dengan tradisi Hindu di India yang biasa dikenal dengan istilah akanda bajan. Istilah tersebut memiliki makna memuja Tuhan secara terus menerus.
Namun pelaksanaan akanda bajan dengan Nyejer sedikit berbeda. Dalam akanda bajan, pemujaan Tuhan dilakukan dengan mengidungkan nama-nama Tuhan terus-menerus. Ada akanda bajan dilakukan selama 12 jam, ada yang 24 jam, bahkan ada yang sampai tiga hari pemujaan dilakukan terus-menerus. Ada juga yang dilakukan secara bergantian. [bbn/mul]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 145 Kali
02
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 124 Kali
03
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 98 Kali
04
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 78 Kali
05
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 71 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026