Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Sakit Hati Dipecat, Buruh Proyek Aniaya dan Tusuk Majikannya Hingga Meninggal
Senin, 11 Maret 2019,
08:37 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sakit hati dipecat dari kerjaan, buruh proyek berinisial MC (37) tega menganiaya pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di Asrama Polisi Abian Timbul Jalan Imam Bonjol Denpasar Barat (Denbar), Sabtu (26/2) pagi.
[pilihan-redaksi]
Peristiwa penganiayaan pagi itu menewaskan Hoo Sigit Pramono dengan luka tusuk di bagian perut dan rusuk. Sedangkan istrinya, Dian Indah Permatasari (57) sekarat mengalami patah tangan setelah dihajar dengan bambu. Tersangka sudah ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar di tempat persembunyiannya di Jombang Jawa Timur, Sabtu (9/3).
Peristiwa penganiayaan pagi itu menewaskan Hoo Sigit Pramono dengan luka tusuk di bagian perut dan rusuk. Sedangkan istrinya, Dian Indah Permatasari (57) sekarat mengalami patah tangan setelah dihajar dengan bambu. Tersangka sudah ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar di tempat persembunyiannya di Jombang Jawa Timur, Sabtu (9/3).
Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi terakhir tewasnya Hoo Sigit Pramono yang menjalani perawatan intensif di RSUP Sanglah, Denpasar, Jumat (8/3) lalu. Pengusaha terali besi itu tewas akibat luka tusuk di bagian perut dan rusuk. Selanjutnya, kasus ini dilaporkan oleh keluarganya, Bambang Pramono Hoo (29) asal Surabaya, ke Polresta Denpasar.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Tim Resmob Polresta Denpasar bergerak cepat menyelidiki rumah korban yang tinggal di asrama Polisi Abian Timbul nomor 32B B6-B7 di Jalan Imam Bonjol Denbar. Dari hasil penyelidikan terungkap adanya kasus penganiayaan menimpa pasutri itu.
Bahkan polisi sudah mengantongi identitas pelaku yakni MC. “Pelaku buruh proyek yang bekerja di tempat pasutri tersebut. Namun saat menelusuri rumah kos tersangka Chusen, yang bersangkutan sudah melarikan diri ke Jombang Jawa Timur,” ujar sumber di lapangan Minggu (10/3).
Bekerjasama dengan Satreskrim Polres Jombang Jawa Timur, Tim Resmob berhasil menangkap MC di Dusun Dapurno, Desa Dapur Kejambon, Jombang, Jawa Timur, tanpa perlawanan Sabtu (9/3). Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolresta Denpasar.
Dari interogasi awal, tersangka mengakui perbuatannya menganiaya pasutri majikannya dengan perencanaan matang. Menurutnya, pas kejadian, Sabtu (26/2) sekira pukul 09.00 Wita, dia mendatangi rumah pasutri untuk mempertanyakan kenapa dia dipecat dari kerjaanya sebagai buruh proyek.
[pilihan-redaksi2]
Namun karena tidak terima jawaban korban, tersangka yang sudah mempersiapkan sebilah pisau menganiaya korban Sigit dengan cara menusuk perut dan rusuknya. Sedangkan istri korban, dianiaya dengan sebilah bambu hingga mengalami patah tangan kiri korban.
“Tersangka sakit hati karena dipecat jadi buruh proyek, sehingga mendatangi rumah dan menganiaya suami istri dengan pisau dan bambu. Suaminya meninggal tanggal 8 Maret lalu karena luka tusuk diperut dan rusuk,” ujar sumber.
Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan kepada wartawan Minggu (10/3), membenarkan terjadinya penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya korban Hoo Sigit Pramono. Menurutnya, saat ini pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. “Pelaku sudah diamankan, masih didalami,” terang mantan Kapolsek Kuta Utara ini. (bbn/Spy/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 425 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 367 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 355 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026