Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




129 Jenazah Masih Dititip di RS Mangusada Badung

Rabu, 3 April 2019, 20:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Badung. Meski kondisi penitipan jenazah di RS Mangusada Badung sudah tak memadai, namun masyarakat masih terus memaksa untuk menitipkan jenazah keluarga atau kerabatnya di rumah sakit tersebut. Hingga kini pihak rumah sakit secara keseluruhan telah menampung 129 jenazah, termasuk puluhan jenazah yang terpaksa ditempatkan di pelataran ruang jenazah.
 
[pilihan-redaksi]
Sejumlah warga yang jenazah  anggota keluarga atau kerabatnya dititipkan di RS Mangusada Badung terus mendatangi pelataran ruang jenazah untuk melakukan tradisi "munjung" atau mengunjungi jenazah dengan membawakan sesajen. Terkait himbauan pemerintah Provinsi Bali dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, agar masyarat segera mengambil jenazah yang masih dititip di rumah sakit, warga menganggap himbauan tersebut sudah terlambat.
 
"Himbauan itu sudah agak telat kami terima, jadi lebih baik kami titipkan dulu di rumah sakit," ujar salah seorang masyarakat Desa Sulangai Badung, Gede budana, hari ini.
 
Sementara Direktur  Rumah Sakit Daerah Mangusada Badung Bali, I Nyoman Gunarta, kepada Beritabali Network, menyatakan pihaknya akan menggelar upacara "mecaru" atau semacam pembersihan secara sekala (ritual agama hindu) di sekitar areal rumah sakit. 
 
"Karena ada  ratusan jenazah yang dititipkan selama berbulan-bulan termasuk puluhan jenazah yang  ditaruh di tempat kurang layak pada areal pelataran ruang jenazah, sehingga dinilai sangat beresiko secara niskala atau membawa aura negatif,"ujarnya.
 
Berbagai hal teknis mengenai upacara tersebut, rencananya akan dibicarakan lebih dahulu dengan berbagai pihak termasuk meminta pertimbangan sulinggih atau pendeta Hindu serta pihak Desa Adat Kapal usai pelaksanaan upacara Panca Wali Krama di Pura Besakih, Karangasem, Bali. 
 
"Upacara mecaru atau pembersihan secara ritual upacara hindu rencananya digelar  sambil menunggu hari baik, khususnya setelah seluruh pelataran atau emperan ruang jenazah bersih dari penitipan jenazah dan kondisi pelayanan di ruang jenazah kembali normal. Sehingga diharapkan areal rumah sakit tak lagi mengalami "leteh" atau kotor menurut keyakinan umat Hindu," imbuhnya.
 
[pilihan-redaksi2]
Hingga kini pihak RS Mangusada telah menerima penitipan 129 jenazah, atau meningkat dari jumlah sebelumnya yang hanya menampung 126 jenazah. Dari ratusan jenazah tersebut, terdapat 3 jenazah yang telah dititipkan dalam jangka selama  6 bulan. Lamanya penitipan ketiga jenazah, karena terkendala upacara "piodalan" di desa adat masing-masing dilanjutkan dengan pelaksanaan karya Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali, sehingga pihak keluarga tak bisa menggelar prosesi upacara ngaben.
 
Terkait masalah ini, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyatakan  masing-masing desa di kabupaten badung memiliki "dresta" atau tata caar kebiasaan yang berbeda-beda berkaitan dengan proses "makinsan di geni" atau dikremasi maupun "makinsan di pertiwi" atau mapendem atau dikubur, sehingga pihaknya tak bisa memaksa warga untuk segera mengambil jenzah kerabatnya di Rumah Sakit Mangusada.
 
"Selaku pemerintah daerah kami hanya berupaya memberi  pelayanan terbaik kepada masyarakat, meski kondisi ruang jenazah tak memadai lagi," ujar Giri Prasta.
 
Ledakan jumlah jenazah di RS Mangusada diakui karena warga memilih menunggu untuk membuatkan upacara  bagi anggota keluarganya yang meninggal dunia setelah  usainya upacara Panca Wali Krama di Pura Besakih, Karangasem, Bali. Selain itu, pembiayaan penitipan jenazah yang sepenuhnya ditanggung pemerintah. terutama bagi masyarakat ber-KTP Badung, membuat warga memilih menitipkan jenazah di rumah sakit meski kondisinya sudah tak  lagi layak dari sisi kesehatan. [bbn/bad/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami