Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 12 Mei 2026
Polda Bali Tidak Melihat Indikasi Aksi People Power di Bali
Selasa, 21 Mei 2019,
17:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Aksi People Power menolak hasil penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) 22 Mei di Jakarta, tidak berpengaruh terhadap Bali. Bahkan sejauh ini, tidak terlihat adanya tanda-tanda pengerahan massa besar-besaran di Bali.
[pilihan-redaksi]
“Kalau berangkat secara bersamaan/massal tidak ditemukan. Tapi kalau perorangan tidak bisa kami pantau,” terang Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja, Senin (20/5).
“Kalau berangkat secara bersamaan/massal tidak ditemukan. Tapi kalau perorangan tidak bisa kami pantau,” terang Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja, Senin (20/5).
Perwira melati tiga di pundak itu kembali menegaskan, saat ini Polda Bali masih status siaga terutama dalam rangka pengamanan Pemilu, terlebih lagi menjelang Idul Fitri.
Jadi, dengan adanya dua kegiatan tersebut, pengamanan yang dilakukan jajaran Polda Bali semakin ditingkatkan. “Sekarang ini Polda Bali status siaga, pengamanan semakin ditingkatkan,” tegasnya.
Selain itu, Kombes Hengky menghimbau melalui media agar masyarakat Bali tetap tenang, namun waspada. Selain ia juga mengajak agar tidak terprovokasi isu tentang People Power.
“Karena ada mekanisme yang bisa ditempuh dalam Negara demokrasi yang besar seperti Indonesia ini," ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Kombes Hengky menambahkan, Polda Bali sendiri akan terus melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat membangkitkan rasa nasionalisme khususnya pada saat ini dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 111.
Kombes Hengky menambahkan, Polda Bali sendiri akan terus melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat membangkitkan rasa nasionalisme khususnya pada saat ini dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 111.
Patut diketahui, Pemilu telah selesai pada 17 April 2019 lalu, dan saat ini menunggu hasil KPU. Namun sejumlah massa pendukung Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berencana menggelar aksi di Kantor Bawaslu dan KPU di Jakarta.
Pendukung Prabowo meminta agar pencalonan Jokowi-Ma'ruf didiskualifikasi karena dianggap telah melakukan kecurangan. Mereka awalnya menggunakan istilah People Power, namun kemudian diubah menjadi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat. (bbn/Spy/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1164 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 911 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 740 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 679 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026