Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Subak Wingin, Subak Dengan Anggota Umat Hindu dan Islam
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Subak Wingin yang ada di Desa Tegallinggah, Sukasada Buleleng cukup unik, karena anggota subak bukan saja dari umat Hindu tetapi juga dari umat Islam.
Hal ini menjadikan organisasi subak sebagai unsur pemersatu dalam memupuk integrasi umat Hindu dengan Islam di Desa Tegallinggah.
[pilihan-redaksi]
Demikian teruangkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Integrasi Umat Hindu Dengan Islam Di Desa Tegallinggah, Sukasada Buleleng Bali, Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah” yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Sejarah (Widya Winataya), Volume 3 Nomor 2 Tahun 2018. Artikel ditulis oleh Nurus Shobah, I Made Pageh dan Ketut Sedana Arta dari Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Pendidikan Ganesha.
Nurus Shobah dan kawan-kawan menuliskan integrasi umat Hindu dengan Islam di Desa di Subak Wingin terlihat dengan adanya bentuk penerimaan baik bangunan suci, lambang subak, dan struktur organisasi subak.
Hal itu dikarenakan subak yang ada di Desa Tegallinggah berlandasan oleh falsafah Tri Hita Karana, yang meliputi unsur parhyangan, palemahan, dan pawongan.
Unsur parhyangan yaitu unsur yang menyangkut hubungan krama subak dengan (Tuhan Yang Maha Esa), parhyangan berarti ketuhanan atau hal-hal yang berkaitan dengan keagamaaan dalam memuja Tuhan.
Hal ini diwujutkan dengan adanya bangunan suci seperti Pura, dan Langgar, sebagai bagian simbol subak, serta adanya upacarau-pacara terkait dengan siklus pertanian.
[pilihan-redaksi2]
Selain Pura dalam subak di Desa Tegallinggah juga terdapat Langgar, yaitu bangunan untuk anggota Muslim dalam melakukan kegiatan keagamaan yang di bangun secara berdampingan.
Langgar sendiri di bangun pada tahun 2013, dengan adanya bangunan suci yang di bangun secara berdampingan ini sekaligus menjadi simbol bahwa, di Tegallinggah terdapat subak yang beranggotakan umat Hindu dan Islam.
Sedangkan unsur palemahan yaitu, berupa lahan pertanian yang dimiliki oleh anggota subak. Dimana sebagian besar tanah yang ada di Desa Tegallinggah berupa perkebunan cengkeh dan berupa persawahan.
Unsur pawongan, sendiri adalah hubungan antara manusia dengan manusia, di Desa Tegallinggah subak yang ada beranggotakan umat Hindu dengan Islam. Sebagai subak yang plural, dalam menjaga kerukunan sesama anggota subak sering dilakukan musyawarah untuk kepentingan bersama.
Selain musyawarah bersama yg sering dilakukan di wantilan subak, integrasi umat Hindu dengan Islam dalam subak di Desa Tegallinggah terlihat dengan diterimanya klian subak yang beragama Islam. [bbn/ Widya Winataya/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5865 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4609 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2578 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2219 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2200 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan