Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ortu Keluhkan PPDB SMP "Cacat", Walikota Keluarkan Diskresi
Sabtu, 29 Juni 2019,
18:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Walikota Denpasar mengeluarkan kebijakan diskresi untuk mengatasi persoalan yang muncul dalam PPDB 2019 tingkat SMP di Denpasar. Walikota mengambil kebijakan diskresi dengan memaksimalkan daya tampung sekolah negeri.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikan Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, usai menghadiri pertemuan antara Walikota Denpasar dan perwakilan orang tua murid di kediaman walikota Ib Rai Dharma Mantra, Sabtu (29/6).
Wayan Gunawan menjelaskan, pertemuan itu menemukan hasil bahwa masyarakat dengan pendaftaran kawasan terpaksa harus keluar dari sistem karena banyak nama anak calon siswa yang tercecer akibat kendala teknis.
"Mulai besok sudah bisa datang ke sekolah yang dituju sesuai kawasan, tetapi jam dan kuota sedang kami hitung. Tapi ini tidak mempengaruhi proses yang sudah kita jalankan, ini adalah tambahan untuk memaksimalkan daya tampung. Seleksinya nanti sudah dipastikan adalah dengan menggunakan UN (nilai ujian nasional)," terang Kadisdikpora.
Pendaftaran akan diselenggarakan secara manual. Para orang tua yang mendaftarkan anaknya bisa langsung menuju sekolah terdekat di zona kawasan dengan membawa hasil NUN.
Dengan diskresi ini, akan terjadi penambahan rombongan belajar dari 36 siswa sampai 40 siswa, sehingga berakibat sekolah akan menerapkan pembelajaran dua waktu. Pada kesempatan itu, Kadisdik mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memenuhi seluruh aspirasi para orang tua, karena jumlah siswa yang diterima itu ditentukan kapasitas daya tampung sekolah negeri.
Beberapa orang tua mengaku dapat menerima kebijakan tersebut, setidaknya NUN menjadi acuan yang lebih jelas dalam menentukan PPDB di sekolah negeri dibanding ditentukan sistem.
[pilihan-redaksi2]
Kadisdikpora menjelaskan bahwa daya tampung siswa pada sekolah yang dialokasikan memang belum sebanding. Siswa SD yang tamat tahun ini mencapai 13.946, sedangkan daya tampung sekolah hanya 3.740. Sebagai jalan keluar, Walikota mengambil kebijakan diskresi dengan memaksimalkan daya tampung sekolah negeri.
Diskresi merupakan keputusan dan/atau tindakan yang ditetapkan dan/atau dilakukan oleh pejabat pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam hal peraturan perundang-undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak lengkap atau tidak jelas, dan/atau adanya stagnasi pemerintahan.
Namun, penggunaannya harus oleh pejabat yang berwenang dan sesuai dengan tujuannya. Pejabat pemerintahan yang dimaksud yaitu unsur yang melaksanakan fungsi pemerintahan, baik di lingkungan pemerintah maupun penyelenggara negara lainnya. [bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026