Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 18 September 2026
Menguatnya Identitas Primordial Dapat Mengancam Persatuan Bangsa
Senin, 5 Agustus 2019,
09:08 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia dewasa ini adalah terjadinya penguatan identitas primordial dan sektarian di dalam masyarakat, yang dapat mengancam persatuan sebagai bangsa.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut diungkapkan Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Christriyati Ariani, Minggu (4/8) di Sanur, Denpasar. "Ancaman ini tentu harus dijawab dalam suatu bentuk langkah yang kontekstual, pragmatis serta berkelanjutan," jelasnya.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Christriyati Ariani, Minggu (4/8) di Sanur, Denpasar. "Ancaman ini tentu harus dijawab dalam suatu bentuk langkah yang kontekstual, pragmatis serta berkelanjutan," jelasnya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan pada Pasal 7 secara tegas, menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan pemajuan kebudayaan, langkah-langkah atau strategi pendidikan atau pembelajaran kebudayaan bagi generasi muda adalah dengan melakukan pengarusutamaan Kebudayaan melalui pendidikan.
"Pembelajaran keragaman kebudayaan dirasa sangat penting dan salah satu upaya yang efektif untuk mengatasi sektarianisme sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya. sejalan dengan Undang-Undang tersebut, pembelajaran keragaman budaya antara lain bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman budaya, memperteguh jati diri bangsa, serta memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa (pasal 4) dengan berasas pada toleransi, keberagaman, partisipatif dan kebebasan berekspresi (pasal 3)," paparnya.
Menurut Dia, salah satu cara yang dirasa cukup efektif adalah dengan melakukan simulasi-simulasi, dalam arti melakukan kegiatan-kegiatan yang mencerminkan kebudayaan secara umum. Ia memberi contoh dengan mengunjungi museum atau obyek wisata yang berbasis budaya, mengaktifkan permainan tradisional, menyanyikan lagu-lagu daerah, atau menyelenggarakan kegiatan budaya. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5560 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3486 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2343 Kali
04
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026