Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Festival Jatiluwih Akan Pentaskan 400 Tari Rejang Kesari
Minggu, 25 Agustus 2019,
22:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Festival Jatiluwih yang digelar pada 20 hingga 22 September 2019 akan menampilkan tari Rejang Kesari yang dibawakan oleh 400 ibu-ibu PKK di Kecamatan Penebel.
[pilihan-redaksi]
Manajer DTW Jatiluwih I Nyoman Sutirtayasa mengatakan festival tahun ini mengangkat tema "Memuliakan Dewi Sri untuk kesejahteraan dan harmoni" sudah mencapai 60-80 persen. Sekarang tengah pembuatan stand festival.
Manajer DTW Jatiluwih I Nyoman Sutirtayasa mengatakan festival tahun ini mengangkat tema "Memuliakan Dewi Sri untuk kesejahteraan dan harmoni" sudah mencapai 60-80 persen. Sekarang tengah pembuatan stand festival.
"Meskipun lagi tiga minggu sengaja kami start dari jauh karena panitianya adalah dari Karang Taruna biar bekerja tidak dikejar waktu," katanya, Minggu (25/8).
Saat puncak festival berbagai acara akan dipentaskan. Tari kolosal Rejang Kesari dari ibu PKK Kecamatan Penebel akan menari berjejer di sekitaran jalur tracking menuju lokasi acara.
Acara festival ini digelar di Amphitheater D'uma Jatiluwih jaraknya sekitar satu kilometer dari jalan utama. "Tidak ada filosofisnya. Anggota langsung di koordinir oleh Camat Penebel," imbuhnya.
Bahkan selain Rejang Kesari selama 3 hari festival itu, turut dipentaskan kolaborasi antara sanggar Gong yang terdiri dari unsur petani berkolaborasi dengan musikus Balawan."Sudah kami rancang sekarang sedang persiapan," ujar Sutirtayasa.
[pilihan-redaksi2]
Dia menambahkan, akan ada stand kuliner yang mengangkat potensi lokal dan menjalankan peraturan gubernur Bali, yakni mengurangi penyajian kuliner dengan sampah plastik sekali pakai.
Dia menambahkan, akan ada stand kuliner yang mengangkat potensi lokal dan menjalankan peraturan gubernur Bali, yakni mengurangi penyajian kuliner dengan sampah plastik sekali pakai.
Sutirtayasa menyebutkan, Festival Jatiluwih sebenarnya sudah dimulai dari Juni 2019, saat itu digelar acara melibatkan anak muda memanen padi dengan alat tradisional yang disebut dengan 'anggapan'. Kemudian dilaksanakan permainan tradisional yang melibatkan siswa SD.
Lalu pada Juli sudah digelar kemah budaya tentang pertanian melibatkan siswa SMA/SMK di Tabanan. Dilanjutkan dengan pemilihan Duta Hijau Bali bulan Agustus. Dan September baru digelar puncak acara. (bbn/tab/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 494 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 385 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 379 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026