Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 14 Oktober 2026
Alat Berat Masih Bekerja, Ini Penjelasan Pihak Pelindo
Senin, 2 September 2019,
21:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sejumlah alat berat terlihat masih bekerja di area "dumping" proyek perluasan pelabuhan Benoa Denpasar, Senin (2/9/2019). Lalu apa kata pihak PT Pelindo III yang menaungi wilayah Pelabuhan Benoa Denpasar?
[pilihan-redaksi]
CEO Pelindo III Regional Bali Nusa Tenggara, I Wayan Eka Saputra, yang ditemui di sela-sela penanaman 50 ribu pohon mangrove di sisi utara area Pelabuhan Benoa, hari Senin, menjelaskan aktivitas alat berat itu merupakan bagian dari penataan di area "dumping" di sisi utara Pelabuhan Benoa.
"Itu (aktivitas alat berat) bagian dari penataan yang kami lakukan, yakni pekerjaan memperluas dan memperdalam kanal yang di lokasi proyek itu. Kanal diperluas dan diperdalam agar volume air bisa lebih banyak seperti sebelum penataan. Pembuatan kanal juga untuk kepentingan nelayan setempat," ujar Wayan.
Selain penataan kanal, di lokasi tersebut, kata Wayan juga akan dibangun area "Melasti" (upacara agama) untuk kebutuhan masyarakat Desa Pedungan.
"Ini merupakan program Pelindo, penataan yang dilakukan saat ini bisa membuat kondisi perairan pesisir Benoa lebih hijau, sama dengan kondisi sebelum dilakukan penataan, sehingga kondis air dan mangrove lebih baik lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III untuk segera menghentikan reklamasi di areal seluas 85 hektar di sekeliling Pelabuhan Benoa.
Penghentian ini karena pengurukan wilayah laut itu dinilai telah menyebabkan hancurnya ekosistem bakau seluas 17 hektar serta memicu terjadinya sejumlah pelanggaran.
Permintaan itu disampaikan Gubernur Koster dalam surat resmi kepada Direktur Utama Pelindo III yang juga ditembuskan kepada Menteri BUMN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perhubungan, serta Menteri Agraria dan Penataan Ruang.
50 Ribu Pohon Mangrove
PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo III, hari Senin melakukan penanaman 50 ribu pohon mangrove di pesisir kawasan Pelabuhan Benoa. Selain untuk pelestarian pohon mangrove atau bakau, kegiatan ini juga untuk mengembangkan kawasan pelabuhan ramah lingkungan atau "green port"
[pilihan-redaksi2]
Dalam kegiatan ini pihak Pelindo III Benoa menggandeng beberapa instansi lain mulai dinas kehutanan, dinas lingkungan hidup, taman hutan raya Ngurah Rai, KSOP Pelabuhan Benoa, Desa Adat, dan berbagai instansi lainnya.
Jenis pohon mangrove yang ditanam dalam kegiatan ini antara lain jenis mukronata, bulgoera, dan jenis apikulata. Jenis mangrove ini cocok ditanam di kawasan ini berdasar rekomenasi puslitbang hutan Bogor.
Dalam kegiatan penanaman puluhan ribu pohon mangrove ini, pihak Pelindo III Benoa menggandeng pihak UPTD Tahura Ngurah Rai Denpasar dalam hal pendampingan, pengawasan, dan monitoring tumbuh kembang mangove. [bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4340 Kali
02
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2027 Kali
03
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1888 Kali
04
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1561 Kali
05
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1382 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026