Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 3 September 2026
Mengidap Kanker, Kadek Rehan Bercita-Cita Jadi Tentara
Rumah Singgah Kanker Khusus Anak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebuah rumah singgah penderita kanker khusus anak anak di Denpasar Bali telah menampung dan membantu ratusan penderita kanker anak anak. Tak hanya dari Bali, anak anak penderita kanker yang singgah dan tinggal di sini juga datang dari Indonesia bagian timur.
Rumah singgah bagi anak anak penderita kanker ini berlokasi di jalan Pulau Flores Denpasar. Rumah singgah kanker dibawah Yayasan Kasih Anak Kanker Bali ini telah berdiri sejak enam tahun lalu.
Sejak berdiri, rumah singgah untuk anak anak penderita kanker ini telah membantu ratusan anak anak penderita kanker dari Bali dan dari wilayah Indonesia Timur. Selain menjadi rumah singgah, beberapa anak penderita kanker dari keluarga tak mampu juga tinggal di sini sambil menjalani pengobatan kanker di Rumah Sakit Sanglah Denpasar.
Salah satu anak penderita kanker yang sering singgah di rumah singgah ini adalah Kadek Rehan Diantara asal Kota Singaraja Buleleng. Kadek sudah divonis menderita kanker sel sejak usia satu tahun.
Hingga saat ini, Kadek yang bercita cita menjadi tentara ini sudah menjalani pengobatan kanker selama sembilan tahun. Lewat kemoterapi rutin, perlahan lahan sel sel kanker yang ada dalam tubuh Kadek mulai berkurang dan diharapkan akan hilang atau sembuh.
Ibu Kadek, Putu Eka Suryani, mengaku banyak suka duka yang dialami selama merawat anaknya yang kanker selama sembilan tahun. Ia berharap anaknya bisa sembuh dan bisa tumbuh kembang seperti anak normal lainnya.
"Banyak suka duka saat merawat Kadek, dukanya saat habis dikemo dia mual-mual mau muntah dan digundul. Sukanya bisa melihat dia terus bertahan hingga saat ini. Semoga Kadek bisa terus bersama saya," ujar Putu Eka Suryani saat ditemui di rumah singgah (14/11/2019).
Pembina rumah singgah kanker khusus anak, Dwi Wahyu Kurniawan mengatakan, meski baru berdiri enam tahun, rumah singgah kanker khusus anak ini sudah merawat 270 anak anak penderita kanker.
"Kendala utama yang dihadapi rumah singgah ini adalah tempat tinggal jika ada anak anak yang memang harus tinggal di rumah singgah ini selama pengobatan di Rumah Sakit Sanglah Denpasar,"ujar Dwi Wahyu Kurniawan, pembina rumah singgah kanker khusus anak.
Pihak pengelola rumah singgah khusus kanker berharap ada bantuan dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum untuk membantu operasional rumah singgah kanker khusus anak anak ini. Dengan bantuan para donatur, diharapkan rumah singgah kanker khusus anak anak ini dapat bertahan dan dibangun lebih permanen serta lebih luas.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 526 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 400 Kali
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 370 Kali
Lomba Layang-layang Jembrana Disorot, Bupati Kembang Kecewa
Dibaca: 238 Kali
Panahan Buleleng Raih 5 Emas di Kejurprov Bali
Dibaca: 237 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman