Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Alasan Penjaga Kos Mengamuk dan Tebas 4 Penghuni Kos di Pemogan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dari kronologis kejadian awalnya saat didatangi penjaga kos, Pak Ming, keempat korban sedang meneguk miras. Lantaran sudah mabuk berat, kedatangan Pak Ming tidak digubris. Bahkan, keempatnya mengeroyok Pak Ming.
Tidak terima dikeroyok, Pak Ming pulang ke rumahnya dan kembali ke kosan membawa parang dan tombak. Tak hanya itu, ia juga membawa dua temannya untuk balas dendam. Sampai di kos, Pak Ming yang sudah pitam menebas para korban secara bergantian.
Dalam peristiwa itu korban Nyoman Degdeg mengalami luka pada kepala, lengan kanan sobek kondisi kritis. Sedangkan Kadek Moyo mengalami luka sobek di lengan kanan dan jari kelingking kiri patah.
Korban Ketut Sudita mengalami luka pada punggung belakang, gigi depan patah. Terakhir, Ketut Kentel mengalami luka tusuk di dada kiri.
"Empat korban kini dirawat di RSUP Sanglah. Satu korban masih kritis karena luka tebas di leher," ungkap sumber.
Aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan saat ini masih melakukan pendalaman terkait kasus penebasan tersebut. Sedangkan penjaga kos Pak Ming sudah diamankan.
"Ya benar pelaku sudah kami amankan dan masih dimintai keterangannya," ujar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Hadimastika Sabtu (30/11/2019).
Mantan Kanitreskrim Polsek Ubud Gianyar itu mengatakan dugaan motif penebasan itu karena masalah telat membayar sewa kos bulanan.
"Jadi, ini masalah pembayaran kos yang telat dibayar, masih didalami," tegasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3826 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1770 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang