Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Pentolan Ormas Aniaya Satpam Rumah Bupati Badung Karena Tersinggung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Setelah menjalani pemeriksaan di Polsek Mengwi, tersangka Made Rai Topan Mulyawan (37), pentolan ormas di Bali, mengaku menganiaya satpam di rumah jabatan (Rujab) Bupati Badung, bernama I Gusti Ngurah Sumerta (52), karena tersinggung. Ia emosi mendengar suara korban yang bernada emosi saat ditanya soal rekrutmen tenaga satpam di PT. Inti Sarana Wijaya.
Menurut Kapolsek Mengwi, AKP I Gede Eka Putra Astawa, dari pemeriksaan tersangka Topan mengaku menganiaya korban karena merasa tersinggung. Saat di pos satpam rujab Bupati Badung, residivis ini sempat bertanya soal rekrutmen tenaga satpam yang dimenangkan oleh PT. Inti Sarana Wijaya.
Diketahui perusahaan itulah yang menangkan tender pengadaan satpam di Puspem Badung, Sempidi, Mengwi. Sementara, Topan sendiri sempat mengumpulkan KTP anggota satpam namun tidak ada panggilan.
Awalnya pertanyaan Topan dijawab dengan baik, namun lama kelamaan korban menjawab dengan nada tinggi. Sehingga membuat Topan tersinggung.
Akibatnya, pria yang sudah 2 kali masuk penjara gara-gara kasus penganiayaan ini sontak emosi dan menghajar korban.
Tersangka lalu menendang kaki korban dan menampar bibirnya hingga terluka pada bagian dalamnya.
"Motifnya ketersinggungan. Tersangka emosi karena korban merespon pertanyaanya dengan nada tinggi lalu melakukan penganiayaan," tegas AKP Astawa.
Kapolsek menduga, Topan menanyakan soal rekrutmen satpam karena dia berminat jadi satpam. Sementara, Topan sendiri memiliki latar belakang residivis. Dia sudah dua kali masuk penjara. Pertama, tahun 2004 terlibat pengeroyokan di wilayah Tabanan. Setelah bebas dia kembali masuk bui pada Oktober 2017. Pada saat itu dia menembak mertuanya menggunakan senapan angin di Kuta Utara, Badung.
Kasus ini berawal saat Topan asal Banjar Grogak, Sempidi, Mengwi, Badung datang ke Puspem Badung, pada Sabtu (4/1) pukul 15.30 Wita. Ia bertemu satpam bernama I Gusti Ngurah Sumerta. Keduanya mengobrol masalah rekrutmen satpam.
Namun tiba tiba ia mengamuk menghajar korban asal Banjar Kangin, Sempidi, Mengwi, Badung pada bagian kaki dan mulut. Tindakan kasar dari tersangka dilaporkan korban ke Polsek Mengwi. Tak butuh waktu lama, anggota buser Polsek Mengwi menangkap tersangka dirumahnya tanpa perlawanan.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 788 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 691 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 513 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 495 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik