Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Motor "Veda" Diprotes, Produsen Akan Ganti Nama Agar Tak Jadi Konflik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menanggapi polemik soal penamaan motor listrik Veda, Andri Wijaya, Operational Manager Electric Vehicle Indonesia ( Elvindo), mengatakan pihaknya akan mengubah nama model motor listrik "Veda" agar tak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
"Untuk Veda memang belum kita "launch" dan belum menjadi nama resmi, dan saat ini sudah kita "take out" juga, agar tidak menjadi polemik di masyarakat," kata Andri seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/1/2020).
Andri mengatakan, Elvindo sebenarnya memiliki niat baik yaitu ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat luas. Andri tak menampik kemungkinan untuk mengubah nama agar tidak ada konflik.
"Elvindo sebenarnya memiliki niat baik, ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat, namun bila ada pihak-pihak yang kurang berkenan, Elvindo pastinya akan menerima masukan-masukan tersebut," katanya.
Andri Wijaya mengatakan, pihaknya tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Elvindo Veda pun belum meluncur dan belum ditetapkan menjadi nama resmi.
Motor listrik yang diberi nama "Veda" ini mendapat protes dari berbagai komponen masyarakat.
Puskor Hindunesia misalnya secara lembaga menentang penggunaan simbol, nama dan aksara suci yang digunakan sebagai nama produk ataupun jasa komersial.
Ida Bagus Susena, Ketua Puskor Hindunesia mengatakan hal ini karena pihaknya menjaga segala bentuk implementasi dasar spirit ajaran Hindu, yakni Satyam (kebenaran), Siwam (Kesucian) dan Sundaram (Etika, Norma & Keindahan).
Ketiganya, menurutnya, selain menjadi spirit juga mencerminkan kompleksitas dan kesempurnaan ajaran Hindu, juga sebagai Sanatana Dharma, kebenaran abadi. Siapapun dan institusi apapun di negara ini, lanjutnya, tidak bisa dengan seenaknya menggunakan nama-nama dan simbol yang terkait dengan Hindu.
Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) juga melayangkan protes keberatan atas penggunaan nama kitab suci sebagai nama produk kendaraan bermotor tersebut.
"Kami sudah layangkan surat protes kepada PT. Indo Jaya Motor (Elvindo). Kami sampaikan keberatan dengan penamaan tersebut” ujar I Kadek Andre, Ketua Presidium Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 544 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 397 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 396 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan