Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
"Raja Buduh" Gede Yudana, Legenda Drama Gong Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah fenomena munculnya "raja-ratu" dan "kerajaan" baru di Indonesia, ternyata Bali pernah punya "raja" yang merupakan legenda dunia seni Drama Gong Bali. Dia adalah I Gede Yudana atau yang populer disebut "Raja Buduh"
Baca juga:
Seniman Drama Gong Lawas Audiensi ke Giri Prasta, Minta Bantuan untuk Persiapan Pentas PKB
Meski dalam lakon yang dimainkan dalam drama gong I Gede Yudana terkesan "buduh-buduhan" (tak waras) dan kerap mengundang tawa penonton, namun dalam kehidupan sehari-hari ia dikenal sebagai pribadi yang tegas, totalitas, perfeksionis, dan senang membantu orang.
Ia sudah terkenal sejak era 1980-an ketika drama gong sedang jaya-jayanya. Salah satu yang melambungkan namanya adalah Drama Gong Bhara Budaya.Totalitas sebagai pemain drama gong dibuktikan Yudana dengan mendapatkan anugerah penghargaan peran pembantu terbaik se-Bali pada 1987 dan peran terbaik se-Bali pada lakon Bagus Bego 1998.
Semangat atau totalitas memerankan "Raja Buduh" di dramagong, juga dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Totalitas itu misalnya ia tunjukkan ketika mengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bali.
I Gede Yudana lahir di Ubung Denpasar 14 Januari 1945. Di luar panggung, selain sebagai pemilik Hotel Batukaru, Ubung, ia memang mengabdikan diri di Pencak Silat Bali. Ia pernah menjadi Ketua Harian Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bali.
Di tahun 2007, Pencak Silat Bali meloloskan atletnya untuk tampil pada multievent terakbar empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia pun mendampingi pada PON XVII/2008 Kaltim. Hasilnya para pendekar PON Bali di runner up cabor bela diri asli Indonesia ini. Pesilat Bali mendulang 3 medali emas, 5 perak, dan 5 perunggu.
Yudana yang sebenarnya sedang sakit, namun kecintaan terhadap pencak silat tak bisa dibendung. Yudana pernah pingsan di GOR pada saat mengawasi jalannya pertandingan pencak silat. Tepatnya pada saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali IX/2009 di Badung. Bahkan di saat jantung Yudana telah terdeteksi ring 2 dan sempat diperiksakan di Malaysia ia ingin melihat arena pencak silat. Yudana pun bercita-cita mendirikan sebuah padepokan pencak silat.
Pada 16 Januari 2010 sekitar pukul 21.30 Wita, Si "Raja Buduh" tutup usia di RSUP Sanglah. Ia meninggal dunia karena terserang penyakit komplikasi stroke, ginjal, gula, dan jantung.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8141 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5673 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3549 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2399 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan