Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Ngaben Massal di Sengkongo Gunung Pengsong, Gubernur Zul: Momen Rayakan Syukur Atas Kehidupan
BERITABALI.COM, NTB.
Upacara Pitra Yadnya berupa Ngaben bersama atau massal dilaksanakan di Setra Sengkongo Banjar Sida Karya, Gunung Pengsong, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (26/2) pukul 13.00 WITA.
[pilihan-redaksi]
Sebanyak 64 Sawa, terdiri dari 26 Sawa dan 39 Ngelungah mengikuti ngaben massal, yang dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr H Zulkiflimansyah, beserta istri, Hajah Niken Saptarini Widyawati Zulkiflimansyah.
Kegiatan ngaben massal diselenggarakan oleh panitia Ashram Yastami dan Banjar Sida Karya Sengkongo. Dihadiri oleh Ketua Parisada Hindu Dharma NTB, Camat Labuapi, Kepala Desa Kuranji, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Gubernur Zul menyampaikan kebahagiaannya diundang dalam acara ngaben massal ini. Bahwa dulu sebelum dirinya menjadi gubernur, menghadiri acara adat seperti ngaben ini, kerap dilakukannya.
"Saya senang sekali bisa hadir bersama semeton Hindu di sini. Karena terus terang, dulu sebelum menjadi gubernur kami punya banyak kesempatan mengunjungi tokoh adat, agama dan masyarakat di NTB ini. Dan masyarakat sangat menyambut baik," kata Gubernur Zul, yang berkomitmen akan terus melanjutkan hal-hal baik tersebut.
Bagi Gubernur NTB asal Sumbawa ini, filosofi Ngaben memiliki makna sangat mendalam. Bahwa setiap manusia yang hidup, senantiasa diingatkan dengan kematian.
"Merayakan momen seperti ini adalah untuk merayakan rasa syukur kita atas kehidupan. Mudah-mudahan kita yang masih hidup dapat senantiasa mengingatkan kematian," ucap Gubernur.
Di acara ngaben massal ini, pihaknya berharap ke depannya dapat terus bersilahturahmi dan hadir pada kegiatan-kegiatan lainnya.
Sebelumnya, Dewa Nyoman Mayuradana Ketua Panitia upacara Pitra Yadnya Ngelungah dan ngaben massal menyampaikan, bahwa rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak tanggal 11 Februari 2020 lalu. Dimulai dari penggalian Sawa atau jenasah sebanyak 12 orang. Untuk dilakukan pembakaran, lanjut nganyutin atau abunya dilarung ke pantai.
"Kemudian Rabu tanggal 26 Februari hari ini, merupakan puncak acara ngaben bersama," jelasnya.
Ashram Yastami sebagai panitia diketahui telah melaksanakan pengabenan bersama sejak tahun 2016. Dan kali ini merupakan kali keempat ngaben massal dilaksanakan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7740 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan