Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Ngaben Massal di Sengkongo Gunung Pengsong, Gubernur Zul: Momen Rayakan Syukur Atas Kehidupan
BERITABALI.COM, NTB.
Upacara Pitra Yadnya berupa Ngaben bersama atau massal dilaksanakan di Setra Sengkongo Banjar Sida Karya, Gunung Pengsong, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (26/2) pukul 13.00 WITA.
[pilihan-redaksi]
Sebanyak 64 Sawa, terdiri dari 26 Sawa dan 39 Ngelungah mengikuti ngaben massal, yang dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr H Zulkiflimansyah, beserta istri, Hajah Niken Saptarini Widyawati Zulkiflimansyah.
Kegiatan ngaben massal diselenggarakan oleh panitia Ashram Yastami dan Banjar Sida Karya Sengkongo. Dihadiri oleh Ketua Parisada Hindu Dharma NTB, Camat Labuapi, Kepala Desa Kuranji, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Gubernur Zul menyampaikan kebahagiaannya diundang dalam acara ngaben massal ini. Bahwa dulu sebelum dirinya menjadi gubernur, menghadiri acara adat seperti ngaben ini, kerap dilakukannya.
"Saya senang sekali bisa hadir bersama semeton Hindu di sini. Karena terus terang, dulu sebelum menjadi gubernur kami punya banyak kesempatan mengunjungi tokoh adat, agama dan masyarakat di NTB ini. Dan masyarakat sangat menyambut baik," kata Gubernur Zul, yang berkomitmen akan terus melanjutkan hal-hal baik tersebut.
Bagi Gubernur NTB asal Sumbawa ini, filosofi Ngaben memiliki makna sangat mendalam. Bahwa setiap manusia yang hidup, senantiasa diingatkan dengan kematian.
"Merayakan momen seperti ini adalah untuk merayakan rasa syukur kita atas kehidupan. Mudah-mudahan kita yang masih hidup dapat senantiasa mengingatkan kematian," ucap Gubernur.
Di acara ngaben massal ini, pihaknya berharap ke depannya dapat terus bersilahturahmi dan hadir pada kegiatan-kegiatan lainnya.
Sebelumnya, Dewa Nyoman Mayuradana Ketua Panitia upacara Pitra Yadnya Ngelungah dan ngaben massal menyampaikan, bahwa rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak tanggal 11 Februari 2020 lalu. Dimulai dari penggalian Sawa atau jenasah sebanyak 12 orang. Untuk dilakukan pembakaran, lanjut nganyutin atau abunya dilarung ke pantai.
"Kemudian Rabu tanggal 26 Februari hari ini, merupakan puncak acara ngaben bersama," jelasnya.
Ashram Yastami sebagai panitia diketahui telah melaksanakan pengabenan bersama sejak tahun 2016. Dan kali ini merupakan kali keempat ngaben massal dilaksanakan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang