Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Buleleng Instruksikan Seluruh Desa Siapkan Tempat Isolasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seluruh desa di Buleleng yang terdiri dari Satgas Gotong Royong dan Satgas Relawan diinstruksikan untuk menyiapkan tempat isolasi di masing-masing desa. Nantinya, tempat isolasi ini akan dijadikan untuk tempat para pelaku perjalanan luar negeri dan daerah transmisi lokal di Indonesia.
[pilihan-redaksi]
Instruksi tersebut terungkap saat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST saat memberikan keterangan pers melalui video conference dari Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Sabtu (11/4).
Instruksi ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Buleleng Nomor 140/266/SE/DPMD/2020 yang terbit pada tanggal 10 April 2020. Menurut Agus Suradnyana, ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Buleleng. Ini dilakukan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri dan juga pelaku perjalanan dari daerah lain. Mengingat dari data provinsi pada tanggal 9 April 2020, dari 12 yang positif, sembilan diantaranya merupakan PMI.
“Kita tidak memiliki masalah dengan para PMI. Mereka itu pahlawan devisa. Mungkin secara tidak disengaja terpapar virus. Sehingga ketika dia sampai di desa, kita isolasi lagi selama 14 hari di tempat tersendiri. Ini untuk kesehatan dan keselamatan bersama,” jelasnya.
Isolasi yang dilakukan di desa dianggap lebih efektif. Mengingat siapapun yang datang akan melapor ke Satgas Gotong Royong maupun Satgas Relawan. Desa akan mengetahui siapapun yang datang dan dipantau hingga ke tingkat dusun. Teknisnya nanti bisa memakai ruang SD, gedung, ataupun hotel bisa disewa.
Semua yang baru datang dari luar negeri akan diisolasi disana. Jika ada gejala klinis, puskesmas di desa setempat akan mengambilnya. Apabila di rapid test hasilnya positif, dirawat ke rumah sakit dan nantinya di tes swab.
“Mereka yang baru datang ini sehat. Tidak ada sakit. Ada bidan desa yang memantau. Kalau ada gejala klinis, puskesmas akan mengambil. Kami sudah distribusikan APD ke puskesmas-puskesmas. Sekarang seninya atau cara pemerintah desa saja bagaimana caranya. Bisa melibatkan komunitas untuk membantu penyediaan tempat ataupun makanan,” ujar Agus Suradnyana.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5970 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan