Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Berhubungan Seks 30 hari

Senin, 18 Mei 2020, 10:35 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/net

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Pasien yang sembuh dari Covid-19 diperingatkan agar tidak melakukan hubungan seks selama 30 hari. Hal ini terkuak dari hasil penelitian para peneliti  Veerawat Manosutthi, ahli medis senior di Departemen Pengendalian Penyakit Thailand.

 

Ia menyarankan agar pasien sembuh virus corona harus menghindari hubungan intim selama 30 hari, termasuk untuk tidak berciuman sekalipun.


[pilihan-redaksi]
Kepada Khaosod English, Manosutthi mengatakan bahwa kondom pun tidak menjamin keamanan penularan kembali Covid-19.


"Berciuman juga harus dihindari karena diketahui juga dapat menyebar melalui mulut," ujar Manosutthi seperti dikutip dari Mirror, Minggu (17/5/2020).


Anjuran Manosutthi tersebut berdasar pada penelitian terbaru, yang menemukan bahwa beberapa pria memiliki jejak virus dalam air mani (sperma) mereka. Dalam studi tersebut, para peneliti dari Rumah Sakit Kota Shangqiu mengambil sampel sperma dari 38 pasien Covid-19 lelaki di provinsi Henan, China.


Dalam studi yang telah dipublikasikan JAMA itu, para peneliti menulis bahwa kehadiran virus dalam semen mungkin lebih umum daripada yang dipahami saat ini, dan virus tradisional yang ditularkan secara non-seksual seharusnya tidak diasumsikan sama sekali tidak ada dalam sekresi genital.


Selain sperma, virus corona juga dapat ditemukan dalam partikel pernapasan. Artinya berciuman juga dilarang bagi orang yang baru dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sementara di Inggris, Dr Simran Deo mendesak pemerintah untuk mengeluarkan larangan berciuman serta berbagi makanan dan minuman.


“Infeksi Covid-19 menyebar melalui tetesan air atau lendir dari hidung dan mulut yang mengandung virus. Jadi hal-hal seperti mencium, berjabatan tangan, maupun berbagi makanan dan minuman dengan seseorang membuat orang semakin berisiko tertular infeksi," tandasnya.

Sumber: Suara.com

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami