Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Selama Pandemi, Bartender di Bali Siasati Diri Jadi Tukang Masak Hingga Petani
BERITABALI.COM, BADUNG.
Selama pandemi Covid-19, tempat hiburan termasuk bar dan restoran ditutup. Imbasnya para bartender yang bekerja pun banyak dirumahkan. Lantas bagaimana bisa bertahan di tengah pandemi untuk menjaga kelangsungan diri dan keluarga?
[pilihan-redaksi]
Ketua Asosiasi Bartender Indonesia (ABI) Bali, Ngurah Udayana mengungkapkan selama pandemi banyak anggotanya yang beralih profesi untuk sekadar bertahan menghidupi keluarganya, dari mulai tukang masak hingga petani. Maklum, kata dia, ini untuk menyiasati hidup selama pandemi. Meski demikian, lanjutnya, setelah pandemi berakhir mereka pun nantinya akan kembali ke di balik meja bar, meracik dan menuangkan minuman bagi wisatawan.
"Jangan berkecil hati saat pandemi, justru ini saatnya untuk menambah keterampilan atau skill jadi pada saat new normal diterapkan sudah siap mengikuti protokol pemerintah seperti memakai masker, cuci tangan, dan social distancing," ungkapnya ketika kegiatan "ABI Berbagi" yakni menyerahkan bantuan sembako kepada para anggota dan jurnalis terdampak Covid-19, sembari memotivasi anggota untuk semangat menyambut new normal pada Jumat (12/6/2020) di Dalung, Badung.
Menanggapi para anggota yang beralih profesi, ia mengatakan hal itu sah-sah saja tapi intinya tidak melupakan profesi sebenarnya dengan belajar dan belajar. Menurutnya, kunci saat ini ada di tangan pemerintah untuk siap membuka bandara karena dengan begitu kamar hotel akan terisi dan buntutnya para karyawan yang dirumahkan atau di-PHK akan kembali dipanggil.
"Maka dari itu, kita harus siap dipanggil lagi, persiapkan diri agar lebih profesional," ujarnya.
Lain halnya anggota ABI, Wayan Giastra. Pria yang sebelumnya menjadi bartender di salah satu hotel di Legian ini mengaku selama pandemi Covid-19 beralih profesi sebagai petani sayur mayur yang sebagian dijual di pasar dan distributor dan sebagian lagi dikonsumsi sendiri. Menggarap lahan sendiri seluas 20 are di Marga, Tabanan, baginya menjadi kenikmatan sendiri. Bahkan, kesempatan ini justru hadir di saat pandemi.
Ia mensyukuri apa yang dikerjakannya saat ini. Ketika ditanya akankah kembali ke dunia bartender jika keadaan kembali normal, ia mengaku menjalani apa yang ada saat ini.

"Saya berencana sumbangkan bibit sayur mayur bagi mereka yang terdampak di daerah Tabanan agar bisa ditanam baik di lahan pekarangan rumah atau kebun luas," ungkapnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 825 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 710 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 532 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 512 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik