Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Selama Pandemi, Bartender di Bali Siasati Diri Jadi Tukang Masak Hingga Petani
BERITABALI.COM, BADUNG.
Selama pandemi Covid-19, tempat hiburan termasuk bar dan restoran ditutup. Imbasnya para bartender yang bekerja pun banyak dirumahkan. Lantas bagaimana bisa bertahan di tengah pandemi untuk menjaga kelangsungan diri dan keluarga?
[pilihan-redaksi]
Ketua Asosiasi Bartender Indonesia (ABI) Bali, Ngurah Udayana mengungkapkan selama pandemi banyak anggotanya yang beralih profesi untuk sekadar bertahan menghidupi keluarganya, dari mulai tukang masak hingga petani. Maklum, kata dia, ini untuk menyiasati hidup selama pandemi. Meski demikian, lanjutnya, setelah pandemi berakhir mereka pun nantinya akan kembali ke di balik meja bar, meracik dan menuangkan minuman bagi wisatawan.
"Jangan berkecil hati saat pandemi, justru ini saatnya untuk menambah keterampilan atau skill jadi pada saat new normal diterapkan sudah siap mengikuti protokol pemerintah seperti memakai masker, cuci tangan, dan social distancing," ungkapnya ketika kegiatan "ABI Berbagi" yakni menyerahkan bantuan sembako kepada para anggota dan jurnalis terdampak Covid-19, sembari memotivasi anggota untuk semangat menyambut new normal pada Jumat (12/6/2020) di Dalung, Badung.
Menanggapi para anggota yang beralih profesi, ia mengatakan hal itu sah-sah saja tapi intinya tidak melupakan profesi sebenarnya dengan belajar dan belajar. Menurutnya, kunci saat ini ada di tangan pemerintah untuk siap membuka bandara karena dengan begitu kamar hotel akan terisi dan buntutnya para karyawan yang dirumahkan atau di-PHK akan kembali dipanggil.
"Maka dari itu, kita harus siap dipanggil lagi, persiapkan diri agar lebih profesional," ujarnya.
Lain halnya anggota ABI, Wayan Giastra. Pria yang sebelumnya menjadi bartender di salah satu hotel di Legian ini mengaku selama pandemi Covid-19 beralih profesi sebagai petani sayur mayur yang sebagian dijual di pasar dan distributor dan sebagian lagi dikonsumsi sendiri. Menggarap lahan sendiri seluas 20 are di Marga, Tabanan, baginya menjadi kenikmatan sendiri. Bahkan, kesempatan ini justru hadir di saat pandemi.
Ia mensyukuri apa yang dikerjakannya saat ini. Ketika ditanya akankah kembali ke dunia bartender jika keadaan kembali normal, ia mengaku menjalani apa yang ada saat ini.

"Saya berencana sumbangkan bibit sayur mayur bagi mereka yang terdampak di daerah Tabanan agar bisa ditanam baik di lahan pekarangan rumah atau kebun luas," ungkapnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 114 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 52 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 32 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar