Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Unair Umumkan 5 Obat Tunggal untuk Sembuhkan Pasien Covid-19
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Universitas Airlangga merilis hasil penelitiannya terkait penyembuhan pasien positif Corona virus Covid-19, baik melalui obat maupun vaksin. Disebutkan tiga cara untuk menyembuhkan pasien positif Covid-19, yakni penggunaan 5 obat tunggal yang telah ada, 5 regimen kombinasi obat dan 2 bentuk penggunaan stem cell.
[pilihan-redaksi]
“Unair berkomitmen dalam pencarian obat dan vaksin. Tidak hanya pembuatan obat baru, tetapi kami juga mencari obat yang sudah ada. Karena penggunaan obat yang sudah ada di pasaran telah lulus uji klinis dan telah terdaftar di BPOM, sehingga keamanannya terjamin dan bisa digunakan dengan cepat,” ujar Rektor Prof Muh Nasih, Jumat (12/6/2020) dilansir beritajatim, jaringan media Suara.com.
Terkait 5 obat tunggal yang telah diteliti mampu menjadi penawar Covid-19 dan direkomendasikan sesuai urutan efektivitasnya antara lain; Klaritomicin, Aluvia, Doxixiclin, Asitronicin (belum digunakan), serta Hidroxicloroquin.
“Kelimanya memiliki efektivitas lebih baik dalam membunuh virus SarsCov2 yang merupakan virus Covid-19. Ini asli Indonesia daripada obat tunggal yang lainnya, kelima obat ini memang secara khusus mampu menekan replikasi virus dan menghambat pertumbuhannya,” papar Prof Nasih.
Dari kelima obat tunggal tersebut, ada obat yang belum ada di pasaran yakni Asitronicin dan Hidroxicloroquin, sehingga obat tunggal ini menjadi rekomendasi khusus dari Unair. Prof Nasih juga mengatakan bahwa sebagaian besar obat-obat ini sudah ada di pasaran dan sudah ada uji klinis serta mendapat BPOM. Oleh karena itu diharapkan masyarakat dan medis tidak terlalu khawatir atas keamanannya untuk dikonsumsi.
“Dalam keadaan darurat seperti ini, benar obat spesifik harus juga ditemukan, tapi kita juga membutuhkan obat yang sudah terbukti dan ada dalam waktu yang cepat,” tambahnya.
Prof Nasih pun mengatakan, meskipun menggunakan obat tunggal yang sudah ada, tetapi penelitian tetap dilakukan menggunakan metode ilmiah dan hati-hati, serta telah melalui uji toksisitas dan efektivitas.
“Dalam uji efektivitas, ditemukan bahwa obat tunggal maupun mereduksi replikasi virus dan menonaktifkan virus dalam kurun waktu beberapa hari,” terangnya.
Untuk itu, Prof Nasih merekomendasikan kelima obat tunggal ini kepada para dokter untuk digunakan dalam perawatan dan penyembuhan pasien Covid-19. Terkait hal tersebut, Prof Nasih mengatakan bahwa rekomendasi ini telah disampaikan ke Ikatan Dokter Indonesia dan telah mendapat respon yang baik. Terlebih lagi, rekomendasi ini telah dilaunching atau dirilis di Jakarta oleh Presiden dan tim peneliti Unair.
Saat ini pun, Unair telah menyiapkan ratusan ribu butir obat yang diserahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 dan Kemenkes di Jakarta, untuk kemudian disebarkan ke rumah sakit yang membutuhkan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5971 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan