Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Melonjak, Gugus Tugas: Masyarakat Jangan Panik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peningkatan angka kasus positif Covid-19 yang terjadi belakangan ini, khususnya di Kota Denpasar memang sedikit banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Pun demikian, sejatinya peningkatan angka kasus ini tidak bisa secara langsung ditarik kesimpulan, melainkan diperlukan perbandingan antara penambahan kasus dengan jumlah tes spesimen yang masif dilaksanakan.
[pilihan-redaksi]
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat diwawancarai Kamis (18/6) di ruangannya menjelaskan bahwa masyarakat jangan langsung panik melihat peningkatan kasus positif Covid-19.
“Waspada itu kan kewajiban bersama, panik jangan. Dan jangan baru lihat angka kita langsung kaget, tapi lihat juga jumlah spesimen yang dilaksanakan tes, sehingga prosentasenya jelas,” kata Dewa Rai.
Lebih lanjut dijelaskan, masyarakat diminta jangan cepat menyimpulkan peningkatan pasien positif corona (covid-19). Meski angkanya terus naik, bukan berarti kondisinya semakin parah. Pasalnya, kenaikan kasus positif covid-19 sebanding dengan peningkatan jumlah tes swab yang dilakukan secara masif dan massal.
"Kasus positif bertambah tinggi karena memang jumlah pemeriksaan pun bertambah tinggi, hasil tracing dilakukan secara agresif dan itu yang menjadi fokus GTPP Covid-19 Kota Denpasar saat ini, yaitu menemukan kasus, sehingga penanganan dan upaya pencegahan dapat dimaksimalkan," jelasnya.
Dewa Rai mengatakan bahwa jika persentase kenaikan sama dengan bulan lalu, maka sebetulnya tidak ada kenaikan. Sebab kapasitas tes korona juga bertambah.
“Jadi perandaianya begini, jika tes dilaksanakan kepada 10 spesimen, dan hasilnya 5 spesimen positif Covid-19, maka persentase hasilnya akan sama dengan 50 spesimen yang dites dan hasilnya 25 spesimen positif, begitu,” jelasnya.
Menurut dia, kenaikan jumlah kasus disebabkan contact tracing dan pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan semakin masif. Bahkan, melakukan pemeriksaan terhadap orang tanpa gejala.
“Saat ini kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 274 orang, dan jumlah tes yang dilaksanakan sudah mencapai 3.965 orang, inilah yang menyebabkan peningkatan kasus, namun dari prosesntase sejatinya masih stagnan dari bulan sebelumnya,” kata Dewa Rai
Selain itu, akses mendapat tes korona semakin luas. Dahulu, pemeriksaan hanya melalui rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang direkomendasikan oleh Pemerintah. Namun dekarang pihak swasta, komunitas dan berbagai sektor juga sudah banyak melaksanakan tes mandiri, mulai dari rapid tes dan wab tes.
"Sekarang, tim surveilence terus turun ke lapangan, kita melaksanakan tes dengan menyasar orang orang tanpa gejala di wilayah dengan risiko tinggi. Itulah yang menyebabkan kita mendapatkan gambaran penyebaran covid-19 di masyarakat ini seperti apa, jadi jangan sampai panik berlebihan, namun tetap waspada dan ikuti selalu protokol kesehatan dengan disiplin yang ketat," tutur Dewa Rai.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5969 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan