Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pemprov Bali Buat Daftar Objek Wisata yang Aman Dibuka Saat New Normal

Kamis, 25 Juni 2020, 20:35 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) tampil menjadi pembicara pada kegiatan seminar daring (webinar) yang dilaksanakan di salah satu TV swasta, Kamis (25/6/2020). 


[pilihan-redaksi]
Webinar juga menampilkan tiga narasumber lainnya yaitu Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Rektor Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) I Made Sudjana. Webinar diikuti oleh 450 peserta dan dapat langsung berinteraksi dengan para narasumber.

 

Dalam kesempatan itu, Wagub Cok Ace menguraikan kronologis masuknya COVID-19 ke Daerah Bali. Merunut ke belakang, kasus positif COVID-19 di Daerah Bali pertama kali ditemukan tanggal 4 Maret 2020. Di awal perkembangannya, kasus positif COVID-19 didominasi oleh kasus imported case yang dibawa oleh pelaku perjalanan dari negara-negara terjangkit. 


Menurut Cok Ape, penambahan kasus positif dari imported case sejalan dengan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali. Saat itu, penanganan COVID-19 difokuskan pada upaya lokalisir melalui pemeriksaan yang sangat ketat terhadap PMI yang baru tiba. Bila dari hasil tes, PMI menunjukkan hasil positif, penanganannya langsung diambil alih gugus tugas provinsi. Sementara yang hasil tesnya negatif, diarahkan ke kabupaten/kota untuk menjalani proses karantina. 


Dalam penanganan COVID-19, Bali tak memilih untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana yang ditempuh sejumlah daerah. Dengan mengoptimalkan peran seluruh komponen, temasuk desa adat melalui pembentukan Satgas Gotong Royong, Bali terbukti mampu membendung penyebaran COVID-19.

 Beberapa minggu terakhir memang terjadi tren peningkatan kasus positif COVID-19 yang disebabkan transmisi lokal. 


Klaster pasar menjadi episentrum penularan COVID-19 dan saat ini gugus tugas provinsi dan kabupaten/kota sedang berupaya untuk menahan laju penyebaran pandemi ini. Memang perlu semangat dan tenaga lebih besar dalam penanganan transmisi lokal. 


"Saya berharap kasus COVID-19 tak makin bertambah sehingga kita bisa melaksanakan time line new normal yang telah dirancang yaitu dimulai tanggal 9 Juli 2020 mendatang.

 

Kehidupan dengan tatanan baru di Daerah Bali akan dilaksanakan secara bertahap. Kami masih melakukan inventarisir objek-objek mana saja yang aman untuk dibuka," ungkapnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Humas Bali Covid 19



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami