Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Sempat Kabur Karena Reaktif, Warga Asal Pengambengan Mau Tes Swab
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga asal Desa Pangambengan, Kecamatan Negara, Jembrana yang sempat menolak dirawat dan kabur dari RSU Negara setelah hasil rapid test diketahui reaktif, hari ini, Jumat (26/6/2020) mau melakukan tes swab.
[pilihan-redaksi]
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. Arisantha mengatakan setelah dibujuk dan diberi pengertian, akhirnya warga tersebut datang sendiri ke RSU Negara untuk dilakukan tes swab. Dari pantuan di lokasi, warga tersebut datang ke RSU Negara pada pukul 09.00 WITA. Setelah dilakukan tes swab, diputuskan untuk isolasi mandiri kepada warga asal Pengambengan itu.
"Pasca-kejadian penolakan rawat isolasi di RSU Negara, Satgas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jembrana melakukan mediasi dengan pasien yang sempat menolak dirawat. Setelah berhasil dibujuk akhirnya pasien tersebut sanggup di-swab," katanya saat jumpa pers, Jumat (26/06/2020) siang.
Lebih lanjut, ia menyebut istri dan anaknya warga Pengambengan itu juga dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Sebelumnya, warga asal Desa Pengambengan, Kecamatan Negara Jembrana menolak dirawat lalu kabur setelah mengetahui hasil rapid tes mandiri yang hasilnya reaktif, Kamis (25/06/2020) pagi.
Dari informasi yang didapat, bahwa warga tersebut datang ke pelayanan Rapid test mandiri di RSU Negara sekitar pukul 10.30 WITA. Pasien tersebut ingin menjalani rapid tes secara mandiri untuk kepentingan ke Banyuwangi. Namun hasil dari rapid tes tersebut ternyata hasilnya reaktif.
Lantaran hasilnya reaktif, yang bersangkutan dipanggil oleh petugas dan diberikan penjelasan jika hasil rapid tes hasilnya reaktif. Karena hasilnya reaktif, maka orang tersebut disarankan untuk menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara. Namun warga ini menolak untuk dirawat, kemudian kabur.
Kaburnya warga yang hasil rapid tes reaktif tersebut dibenarkan Dirut RSU Negara dr. Gusti Bagus Oka Parwata. Menurutnya, pasien tersebut sebelum kabur meminta ijin hendak menghubungi keluarganya di rumah.
"Ya memang benar ada pasien kabur dari RSU Negara setelah diketahui hasil tes rapidnya reaktif, ketika akan disarankan untuk dirawat akan tetapi pasien tersebut keburu mengambil sepedanya," Kata Oka Parwata.
Kaburnya pasien asal Desa Pengambengan ini kemudian dilaporkan ke Satgas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jembrana. Hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan konfirmasi atas kelanjutan pasien yang kabur dari Jubir Satgas Gugus Tugas PP Covid-19 Jembrana.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3795 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang