Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Sempat Kabur Karena Reaktif, Warga Asal Pengambengan Mau Tes Swab
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga asal Desa Pangambengan, Kecamatan Negara, Jembrana yang sempat menolak dirawat dan kabur dari RSU Negara setelah hasil rapid test diketahui reaktif, hari ini, Jumat (26/6/2020) mau melakukan tes swab.
[pilihan-redaksi]
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. Arisantha mengatakan setelah dibujuk dan diberi pengertian, akhirnya warga tersebut datang sendiri ke RSU Negara untuk dilakukan tes swab. Dari pantuan di lokasi, warga tersebut datang ke RSU Negara pada pukul 09.00 WITA. Setelah dilakukan tes swab, diputuskan untuk isolasi mandiri kepada warga asal Pengambengan itu.
"Pasca-kejadian penolakan rawat isolasi di RSU Negara, Satgas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jembrana melakukan mediasi dengan pasien yang sempat menolak dirawat. Setelah berhasil dibujuk akhirnya pasien tersebut sanggup di-swab," katanya saat jumpa pers, Jumat (26/06/2020) siang.
Lebih lanjut, ia menyebut istri dan anaknya warga Pengambengan itu juga dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Sebelumnya, warga asal Desa Pengambengan, Kecamatan Negara Jembrana menolak dirawat lalu kabur setelah mengetahui hasil rapid tes mandiri yang hasilnya reaktif, Kamis (25/06/2020) pagi.
Dari informasi yang didapat, bahwa warga tersebut datang ke pelayanan Rapid test mandiri di RSU Negara sekitar pukul 10.30 WITA. Pasien tersebut ingin menjalani rapid tes secara mandiri untuk kepentingan ke Banyuwangi. Namun hasil dari rapid tes tersebut ternyata hasilnya reaktif.
Lantaran hasilnya reaktif, yang bersangkutan dipanggil oleh petugas dan diberikan penjelasan jika hasil rapid tes hasilnya reaktif. Karena hasilnya reaktif, maka orang tersebut disarankan untuk menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara. Namun warga ini menolak untuk dirawat, kemudian kabur.
Kaburnya warga yang hasil rapid tes reaktif tersebut dibenarkan Dirut RSU Negara dr. Gusti Bagus Oka Parwata. Menurutnya, pasien tersebut sebelum kabur meminta ijin hendak menghubungi keluarganya di rumah.
"Ya memang benar ada pasien kabur dari RSU Negara setelah diketahui hasil tes rapidnya reaktif, ketika akan disarankan untuk dirawat akan tetapi pasien tersebut keburu mengambil sepedanya," Kata Oka Parwata.
Kaburnya pasien asal Desa Pengambengan ini kemudian dilaporkan ke Satgas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jembrana. Hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan konfirmasi atas kelanjutan pasien yang kabur dari Jubir Satgas Gugus Tugas PP Covid-19 Jembrana.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan