Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Begini Protokol Melukat di Pura Tirta Empul Tampaksiring Saat Pandemi

Senin, 29 Juni 2020, 15:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Polsek Tampaksiring simulasikan melukat saat masa pandemi Covid-19 di kolam penglukatan Pura Tirta Empul, Desa Manukaya Let, Desa/Kecamatan Tampaksiring. 


[pilihan-redaksi]
Sementara pihak Desa Adat Manukaya menyiapkan kartu antrian terdiri dari 5 warna. Masing-masing warna disiapkan hanya 30 kartu. Simulasi ini disiapkan sebagai antisipasi membludaknya kedatangan umat Hindu untuk melukat saat hari raya besar, semisal Saraswati, Sabtu (4/7) dan Banyupinaruh, Minggu (5/7) nanti. 


Kapolsek Tampaksiring, AKP I Wayan Sujana, Senin (29/6) menjelaskan, simulasi melibatkan stakeholder terkait diantaranya Perangkat Desa, Desa Adat, TNI/Polri, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. 


“Kami terapkan SOP ketat. Demi pencegahan penyebaran virus, karena mencegah lebih baik,” ujarnya. 


Dalam simulasi yang digelar, Minggu (28/6) diagendakan penjaringan kedatangan pemedek diawali dari areal parkir. Akan ada 5 pos ruang tunggu. Pertama di parkiran, lanjut di bawah pohon beringin jaba sisi pura, pos tiga di wantilan, pos 4 pada kolam penglukatan dan pos 5 di utama mandala Pura Tirta Empul. 


Pemedek yang tiba di pos 3 wantilan akan mengikuti persembahyangan bersama sekaligus diberikan arahan tata cara melukat selama pandemic Covid-19. 


“Setelah selesai sembahyang bersama, pemedek ganti pakaian di loker. Kemudian melukat. Di setiap pancoran, kami minta agar pemedek tidak menghaturkan canang lagi. Cukup langsung melukat, dan harus cepat agar siklus lancar,” jelas Kapolsek AKP Sujana. 


Pihaknya pun meminta pemedek agar tidak meludah maupun kencing dalam kolam. “Anggota kami bersama Pecalang akan mengawasi,” tegasnya. 


Sementara Bendesa Adat Manukaya Let, Made Mawi Arnata menjelaskan sudah menggelar paruman untuk penerapan tata cara melukat saat hari besar keagamaan. Terlebih kedatangan pemedek tidak bisa diprediksi. 


“Dulu bahkan antrian kendaraan cukup panjang di jalur menuju Tirta,” ujarnya. Pihaknya pun mohon permakluman, selama pandemi ini orang yang datang melukat dibatasi. “Di Tirta Empul ini melukat bermakna kapanpun, tidak hanya saat rahinan besar. Kalau pun tetap jalan, mohon lebih sabar,” ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami