Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pasien OTG di Klungkung Meninggal, Penguburan dengan Protokol Covid

Rabu, 1 Juli 2020, 14:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.

Warga berstatus orang tanpa gejala (OTG) asal Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung meninggal, Selasa (30/6). Pemakaman almarhum dikubur dengan standar penanganan COVID-19, karena sempat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19. 


[pilihan-redaksi]
Bahkan, jenazahnya langsung dilakukan test swab, untuk memastikan apakah dia sudah terkonfirmasi COVID-19 atau tidak. Meninggalnya OTG berjenis kelamin perempuan ini, sempat mengagetkan warga sekitar. Sehingga jenazahnya langsung dibawa ke RSUD Klungkung


Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr. Ni Made Adi Suapatni, saat dihubungi wartawan Rabu (1/7), mengatakan pihaknya belum berani memastikan almarhum meninggal karena terpapar COVID-19. Dia menyandang status sebagai OTG karena diakui sempat kontak dengan penderita COVID-19. 

 
Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, saat dihubungi Rabu (1/7) membenarkan pihaknya menerima jenazah OTG ini. Agar ada kejelasan informasi, pihak rumah sakit akhirnya melakukan tindakan test swab kepada jenazah berumur sekitar 50 tahun tersebut. 


"Kalau meninggalnya sebelum enam jam, jenazah bisa dilakukan test swab," jelas dr. Kesuma.  


Diterangkan, sebelum meninggal OTG ini sempat menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Banjar Mungguna. Dia sudah dijawalkan untuk menjalani rapid test pada Selasa (30/6). Tetapi, sebelum dia menjalani rapid test, dia sudah meninggal. 


Setelah dilakukan test swab, dr. Kesuma menegaskan sejauh ini hasilnya belum keluar. Proses pemulasaraan jenazahnya di rumah sakit, dikatakan sudah selesai. Karena bertatus OTG, maka penanganan jenazahnya di rumah sakit dilakukan seperti jenazah pasien COVID-19. 


Rencananya, dia akan dikubur dengan standar penanganan COVID-19 di setra setempat, Rabu (1/7). Kesuma berharap, warga sekitar bersabar menunggu hasil test swab keluar, guna memastikan penyebab kematiannya. Apakah karena terpapar COVID-19, atau karena faktor lain. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/klk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami