Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Cari Bambu untuk Layangan, Sukrayasa Tenggelam di Tukad Batu Penyu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tim Basarnas Bali masih melakukan pencaharian terhadap pelajar SMA asal Banjar Buaji, Jalan Siulan, Penatih Dangin Puri yang dilaporkan tenggelam di Tukad (sungai) Batu Penyu di Jalan Siulan Gang Flamboyan, Kamis (2/7/2020) petang.
[pilihan-redaksi]
Guna mempercepat penemuan, Tim Basarnas mengerahkan regu penyelam ke lokasi kejadian. Sementara pihak keluarga menggunakan alat Gong sebagai tradisi kearifan lokal.
Menurut Kepala Basarnas Bali Gede Darmada, S.E., M.AP., informasi adanya orang tenggelam di Tukad Batu Penyu diterima Kantor Basarnas Bali pada pukul 17.35 WITA.
"Dari laporan disebutkan bahwa waktu kejadian sekitar pukul 16.00 WITA," ujarnya Kamis malam.
Diketahui identitas korban atas nama Wayan Sukrayasa (17). Ia bersama 3 temannya mencari bambu untuk membuat layangan. Dimana lokasinya berada di pinggir sungai.
Nasib malang tak bisa dielakkan, korban terpeleset saat membawa bambu dan jatuh ke sungai di kedalaman berkisar 4 hingga 5 meter.
Tim SAR gabungan tiba di lokasi dan selanjutnya melakukan pencarian. "Dengan keterbatasan jarak pandang, beberapa personil turun ke sungai menyisir titik korban tenggelam," jelas Darmada.
Selain itu, kondisi air keruh dan seputaran lokasi mulai gelap, maka upaya penyelam kurang maksimal. "Pihak keluarga menggunakan gong, sebagai suatu kepercayaan (kearifan lokal) masyarakat setempat untuk mencari orang hilang," ujarnya.
Hingga tadi malam korban belum dapat ditemukan, maka pencaharian akan kembali dilanjutkan besok pagi. Dengan perencanaan operasi SAR, yakni perhitungan jumlah personil dan peralatan yang akan digunakan. "Besok kami akan lanjutkan pencaharian," tegasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun