Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 4 Mei 2026
Aksi Tukar Sampah Plastik dengan Beras Merembet ke Beberapa Banjar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Empat banjar di Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud mulai adopsi metode penukaran sampah plastik dengan beras. Diawali dari Banjar Gelogor pada Jumat (10/7). Dilanjutkan 3 banjar lain, yakni Banjar Apuh, Banjar Tengah dan Banjar Kelingkung hingga Senin (13/7).
[pilihan-redaksi]
Kelihan Dinas Banjar Gelogor, I Kadek Hariyono (34) mengaku baru pertama kali berhasil menggugah warga memilah sampah. Diakui sebelum-sebelumnya, sampah rumah tangga biasa tercampur langsung diangkut truk sampah dan beberapa masih ada yang membakar sampah.
Melihat antusias warga memilah, menukar sampah plastik dengan beras pihaknya pun berencana rutin menggelar aksi ini. "Hari pertama di luar dugaan, hampir semua warga datang ke balai banjar membawa sampah plastik," ungkapnya.
Biasanya bahkan warga sama sekali belum pernah melakukan pemilahan sampah. "Biasanya dulu sama sekali ndak pernah. Setelah saya adopsi ini, umumkan 3 minggu lalu bahwa ada penukaran sampah dengan beras sejak itu warga antusias," ungkapnya.
Bahkan anaknya sendiri yang masih berusia 7 tahun, ikut semangat mengumpulkan sampah plastik. "Selama 4 hari anak sama istri saya ikut pungut sampah plastik. Sampai di hari kelima, sudah tidak ada lagi sampah plastik. Bersih," ungkapnya sumringah.

Sementara untuk donasi berupa beras didapatkan dari pemerintah desa setempat dan sejumlah sponsor. "Kami belum mengetuk tempat-tempat usaha disini. Maka itu kami yakin, aksi ini bisa rutin digelar. Lingkungan jadi bersih, yang punya ekonomi lebih bisa berbagi, yang mau memilah sampah juga dapat imbalan. Jadi untung bagi semua," ujarnya.
Sebagai penggagas aksi, I Made Janur Yasa mengatakan inisiatif penukaran plastik semakin menarik banyak banjar di Bali. "Setelah jalan beberapa bulan ternyata antusias banjar di Bali tinggi. Target saya, ini tersebar seluruh Bali. Sehingga wacana Bali bebas sampah plastik bisa terwujud," ungkapnya.
Pihaknya berharap, metode ini mengalir secara estafet dari banjar ke banjar. Seperti yang terjadi di 4 banjar se Desa Lodtunduh ini.
"Jadi banjar yang sudah mengadopsi ini bisa mempengaruhi banjar sebelahnya, kayak estafet dari banjar ke banjar. Saya sebagai penggagas, akan mendukung dan memberi support," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 333 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 328 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang