Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pola Pembelajaran Kelompok Berisiko Penularan Covid-19

Sabtu, 15 Agustus 2020, 09:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pengamat pendidikan, I Made Pria Dharsana,.SH. M. Hum menanggapi adanya beberapa sekolah yang telah menerapkan kerja kelompok bagi anak didiknya di tengah meningkatnya jumlah kasus Covid-19 saat ini.

[pilihan-redaksi]
Menurutnya dengan cara melakukan aktivitas belajar kelompok secara berpindah-pindah dari satu rumah orang tua murid lainnya ke rumah orang tua murid selanjutnya tentu hal tersebut sangat rentan menimbulkan penularan baru. Jika bisa, lanjutnya, lebih baik jangan dilaksanakan kegiatan tersebut untuk saat ini. Apalagi, saat ini telah kembali adanya peningkatan jumlah kasus di beberapa daerah di Bali. 

"Terkadang anak-anak bisa saja kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Yang mana, anak-anak terkadang tidak menyadari betapa pentingnya protokol kesehatan tersebut bagi dirinya," jelasnya, Jumat (14/8/2020) di Badung.

Dirinya mencontohkan, bisa saja anak-anak tidak melakukan cuci tangan, buka tutup masker serta bisa saja menyentuh wajah. Kemudian, belum lagi diketahui apakah orang-orang di lingkungan tempat anak belajar kelompok tersebut telah benar-benar steril atau apakah semua orang dalam lingkungan rumah tersebut telah melakukan protokol kesehatan dengan disiplin.

"Terkadang bisa saja hal-hal tersebut lepas dari pantauan masing-masing orang dari anak didik tersebut. Menurut saya, tentu hal tersebut akan menjadi lebih berbahaya lagi. Sebenarnya, hal tersebut harus kita hindari dalam kondisi seperti saat ini," paparnya.

Ia menganjurkan para guru agar tidak melakukan pembelajaran bersama (kelompok) dan lebih baik terapkan pembelajaran melalui online yang lebih aman.

"Saya rasa pembelajaran online lebih aman, dan tidak beresiko menularkan virus kepada anak-anak," ucapnya.

Dia menambahkan kemungkinan bisa saja terjadi gelombang kedua di indonesia nantinya. Tentunya, peran kita bersama-sama berkontribusi mengurangi penularan pandemi ini ke orang-orang lebih luas lagi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami