Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Bali Menipis, Ini Respon Kadiskes
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas mengevaluasi skema rujukan pasien akibat melonjaknya kasus positif yang berdampak pada menipisnya ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan. Tercatat Dari 783 tempat tidur di semua rumah sakit, saat ini telah terpakai 668.
"Kami sudah membentuk satu tim managemen untuk distribusi rujukan yang lebih baik dari sebelumnya. Sehingga flow pasien kita atur, pasien yang dengan gejala berat, itu kita distribusikan ke Sanglah. Pasien yang sedang, itu ke RSPTN Unud, RS Bali Mandara dan RS di daerah," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) provinsi Bali, Ketut Suarjaya saat ditemui Rabu (9/9) di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Bagi pasien dengan gejala ringan, kata dia, akan didistribusikan ke 55 rumah sakit lain di seluruh Bali. Langkah lainnya, yakni menambah jumlah tempat tidur di seluruh rumah sakit, beserta tenaga medis. Dan, mengintensifkan terapi plasma konvalesen. Pihaknya juga akan menambah kapasitas alat dan tenaga medis untuk sistem terapi plasma konvalesen.
Kata dia, sebelumnya hanya RSUP Sanglah dan RSPTN Unud yang dapat melakukan pengambilan, namun kini akan dikembangkan di RS Bali Mandara.
"Tentu diikuti dengan SDM-nya, di tiga rumah sakit ini SDM-nya cukup, pembiayaan juga telah disiapkan," ungkapnya.
Terapi plasma konvalesen sempat dilakukan jajaran Kodam IX/ Udayana, Agustus lalu.
Terdapat 28 personel Kodam IX/Udayana yang menyumbang plasma konvalesen secara cuma-cuma. Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kurnia Dewantara menyebutkan saat ini terdapat 200 pasien yang telah sembuh dari Covid-19 yang siap mendonorkan plasmanya.
"Saya kira ini potensi yang bagus bagi Bali, untuk bisa mengambil plasma," ujarnya.
Dia menegaskan, Kodam IX/ Udayana sebagai bagian dari Gugus Tugas akan berupaya optimal untuk mendukung pemerintah. Salah satunya untuk mengedukasi masyarakat yang bersedia mendonorkan plasmanya secara sukarela.
"Babinsa kita sudah mendatangi masyarakat yang sudah bersedia mendonorkan plasmanya," pungkas Pangdam.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun