Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Alat PCR di RSU Buleleng Beroperasi Akhir Oktober
BERITABALI.COM, BULELENG.
Alat uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR) bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk RSUD Buleleng akan dioperasikan akhir Oktober 2020, menunggu ijin operasional dari Kementerian Kesehatan RI.
Saat ini, alat PCR tersebut sudah ditempatkan di RSUD Buleleng sebagai salah satu rumah sakit rujukan COVID 19 di Bali.
Alat PCR ini diberikan untuk Pemkab Buleleng guna mempermudah pengujian swab dan mempercepat penanganan dan pemeriksaan COVID 19. Selama ini, sampel swab selalu dikirimkan ke laboratorium milik Pemprov Bali. Jika sudah beroperasi, Buleleng akan secara mandiri melakukan uji swab bagi pasien yang terdiagnosa COVID 19.
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa menjelaskan saat ini pihak RSUD Kabupaten Buleleng sedang melakukan persiapan sarana dan prasarana pendukung dan setelah itu akan dilakukan pengajuan izin untuk operasional PCR.
“Ruang Laboratorium sudah siap, alat pendukung juga sudah dibeli, Ditargetkan akhir Oktober sudah beroperasi. Kalau izinnya nanti difasilitasi oleh Provinsi Bali,” Singkatnya.
Sementara secara terpisah, Direktur Utama RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha menyebut untuk pengadaan alat pendukung operasional PCR telah disiapkan anggaran sebesar Rp1,5 Miliar yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga. Pihak RSUD pun sudah berproses untuk melakukan pengadaan.
Selain itu, RSUD Buleleng juga menyediakan ruangan khusus untuk menempatkan PCR tersebut. Sebuah ruangan dengan beberapa sekat (pembatas) yang terdiri dari penerimaan bahan, verifikasi bahan, pemeriksaan hasil, dan pencatatan.
Kemudian untuk mengoperasionalkan alat tersebut, juga harus menyiapkan tenaga analis minimal lima sampai 10 orang, yang harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu di rumah sakit yang sudah mengoperasikan alat PCR.
“Speknya sangat krusial dan harus teliti, karena akan ada risiko penularan terhadap analis lab yang melakukan pemeriksaan. Analis kami sebelumnya belum tercukupi. Kami bisa menggunakan analis yang lama, diambil dari pekerja yang ada di lab. Tapi kan kami tetap membutuhkan analis baru untuk mengganti yang digeser untuk mengoperasikan PCR. Kami sudah buka lowongan analis, sejauh baru satu yang melamar,” jelas Arya Nugraha.
Jika semuanya sudah siap, barulah Gugus Tugas bisa mengajukan permohonan izin untuk bisa melakukan mengoperasionalkan dan melakukan pemeriksaan swab. Izin operasional diajukan ke Kementerian Kesehatan RI. Dengan proses yang dilakukan saat ini, Arya Nugraha optimis alat tersebut bisa dijalankan pada akhir bulan Oktober mendatang.
“Nantinya mesin tersebut mampu memeriksa sebanyak 90 spesimen per satu gelombang. 90 spesimen per satu gelombang itu sangat cukup untuk Buleleng,” ujarnya. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun