Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Alat PCR di RSU Buleleng Beroperasi Akhir Oktober
BERITABALI.COM, BULELENG.
Alat uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR) bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk RSUD Buleleng akan dioperasikan akhir Oktober 2020, menunggu ijin operasional dari Kementerian Kesehatan RI.
Saat ini, alat PCR tersebut sudah ditempatkan di RSUD Buleleng sebagai salah satu rumah sakit rujukan COVID 19 di Bali.
Alat PCR ini diberikan untuk Pemkab Buleleng guna mempermudah pengujian swab dan mempercepat penanganan dan pemeriksaan COVID 19. Selama ini, sampel swab selalu dikirimkan ke laboratorium milik Pemprov Bali. Jika sudah beroperasi, Buleleng akan secara mandiri melakukan uji swab bagi pasien yang terdiagnosa COVID 19.
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa menjelaskan saat ini pihak RSUD Kabupaten Buleleng sedang melakukan persiapan sarana dan prasarana pendukung dan setelah itu akan dilakukan pengajuan izin untuk operasional PCR.
“Ruang Laboratorium sudah siap, alat pendukung juga sudah dibeli, Ditargetkan akhir Oktober sudah beroperasi. Kalau izinnya nanti difasilitasi oleh Provinsi Bali,” Singkatnya.
Sementara secara terpisah, Direktur Utama RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha menyebut untuk pengadaan alat pendukung operasional PCR telah disiapkan anggaran sebesar Rp1,5 Miliar yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga. Pihak RSUD pun sudah berproses untuk melakukan pengadaan.
Selain itu, RSUD Buleleng juga menyediakan ruangan khusus untuk menempatkan PCR tersebut. Sebuah ruangan dengan beberapa sekat (pembatas) yang terdiri dari penerimaan bahan, verifikasi bahan, pemeriksaan hasil, dan pencatatan.
Kemudian untuk mengoperasionalkan alat tersebut, juga harus menyiapkan tenaga analis minimal lima sampai 10 orang, yang harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu di rumah sakit yang sudah mengoperasikan alat PCR.
“Speknya sangat krusial dan harus teliti, karena akan ada risiko penularan terhadap analis lab yang melakukan pemeriksaan. Analis kami sebelumnya belum tercukupi. Kami bisa menggunakan analis yang lama, diambil dari pekerja yang ada di lab. Tapi kan kami tetap membutuhkan analis baru untuk mengganti yang digeser untuk mengoperasikan PCR. Kami sudah buka lowongan analis, sejauh baru satu yang melamar,” jelas Arya Nugraha.
Jika semuanya sudah siap, barulah Gugus Tugas bisa mengajukan permohonan izin untuk bisa melakukan mengoperasionalkan dan melakukan pemeriksaan swab. Izin operasional diajukan ke Kementerian Kesehatan RI. Dengan proses yang dilakukan saat ini, Arya Nugraha optimis alat tersebut bisa dijalankan pada akhir bulan Oktober mendatang.
“Nantinya mesin tersebut mampu memeriksa sebanyak 90 spesimen per satu gelombang. 90 spesimen per satu gelombang itu sangat cukup untuk Buleleng,” ujarnya. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan