Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Buleleng Jadi Salah Satu Lokasi Restorasi Terumbu Karang di Indonesia
BERITABALI.COM, BULELENG.
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Dr.Ir. Safri Burhanuddin, meninjau langsung lokasi Restorasi terumbu karang di Kabupaten Buleleng, Senin (12/10).
Kabupaten Buleleng masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya melalui Taman Terumbu Karang Indonesia (ICRG) yang dicetuskan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pemerintah Provinsi Bali.
Selain itu, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim bersama rombongan juga bertemu dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST. Terpilihnya Kabupaten Buleleng, dikarenakan Buleleng telah banyak menerima penghargaan dalam bidang konservasi terumbu karang. Buleleng juga memiliki garis pantai terpanjang di Bali dan juga arus laut yang tenang sehingga menjadi kelebihan dalam restorasi terumbu karang.
Dipilihnya Kabupaten Buleleng terungkap saat Rapat Koordinasi PEN Restorasi Terumbu Karang ICRG yang diadakan secara virtual beberapa hari lalu dan langsung disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Buleleng terpilih bersama 4 daerah lainnya di Provinsi Bali yakni Pantai Sanur, Pantai Nusa Dua, Pantai Pandawa, dan Pantai Serangan.
Ditemui usai pertemuan, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Dr.Ir. Safri Burhanuddin menjelaskan, program ini untuk pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi ini khususnya yang berhubungan dengan pariwisata bahari.
“Mulai dari pemandu wisata, pemilik kios, dan hotel beserta pegawainya yang di-PHK menjadi target kita,” jelasnya.
Safri Burhanuddin mengatakan, Buleleng sudah terkenal dengan konservasi terumbu karangnya. Sehingga menurutnya, lebih mudah untuk menjalankan program ini di Buleleng.
“Diharapkan ini akan berkembang lebih baik lagi, terumbu karang disini akan menjadi lebih banyak, dan tentu saja daerah yang menjadi tempat konservasi harus diawasi. Jangan sampai kita buat konservasi tapi dirusak oleh masyarakat,” tuturnya.
Untuk menciptakan konservasi terumbu karang yang berbeda, Safri Burhanuddin mengatakan, akan membuat terumbu karang yang unik.
“Saya sudah diskusi dengan Bapak Bupati Buleleng, mungkin kita akan buat terumbu karang yang berbentuk kendaraan, atau bekas alat tempur yang sudah tidak terpakai, sehingga ini menjadi ikon,” imbuhnya.
Masih kata Safri Burhanuddin, program ini akan dimulai pada 17 Oktober 2020. Ia menambahkan, program ini akan melibatkan ribuan masyarakat yang terkena dampak pandemi.
“Dari 5 lokasi ini akan melibatkan 1.300-1.500 orang. Ada total dana sekitar 111 miliar dan untuk di Buleleng disiapkan 10-20 miliar rupiah,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST mengatakan, program ini memberikan kesempatan bekerja untuk masyarakat di pesisir pantai dan juga yang terkena dampak pandemi. Selain itu, ia mengatakan, program ini akan memberikan dampak positif terhadap ekosistem terumbu karang di Buleleng.
“Kami juga memikirkan nelayan yang kesehariannya mencari ikan di karang, karena nanti tidak boleh lagi ada aktivitas tersebut, kami meminta pihak kementerian untuk membuatkan rumpon ikan untuk nelayan,” katanya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 830 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 713 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 533 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 513 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik