Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Satuan Pendidikan Sudah Merata Siapkan Sarana Prokes

Selasa, 3 November 2020, 18:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Satuan pendidikan pada tingkat dini, seperti Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Buleleng telah merata memasang sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan. Seperti tempat mencuci tangan, emeriksaan dengan thermo gun serta penyediaan masker bagi anak didik.

Walaupun saat ini, pembelajaran tatap muka belum berlangsung, namun satuan pendidikan tngkat dini ini sering menerima kunjungan orang tua siswa yang mengambil tugas-tugas sekolah bagi anak didiknya. Jikapun nanti pembelajaran tatap muka sudah bisa dimulai di Buleleng, maka anak didik TK dan PAUD tetap diarahkan untk melakukan kebiasaan baru secara disiplin sejak dini. Seperti mencuci tangan dan menggunakan masker di area sekolah.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng juga mewajibkan seluruh sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan dan menyiapkan sarana dan prasarana penunjangnya.

Salah satu satuan pendidikan, Sekolah Taman Kanak-kanak Eka Dharma di Singaraja adalah salah satu sekolah yang sudah melaksanakan penerapan protokol kesehatan.  

Sekolah yang berlokasi di Kelurahan Banjar Tegal itu dalam setiap minggunya meminta orang tua siswa mengambil tugas untuk dikerjakan siswa di rumah masing-masing. Sebelum menerima tugas sekolah, para orang tua pun diwajibkan untuk mencuci tangan, melalui pemeriksaan suhu tubuh, dan wajib menggunakan masker.

“Saya pikir sekolah memang sudah siap jika akan diberlakukan pembelajaran tatap muka. Cuma sekarang kan tergantung dari masing-masing orang tuanya saja, apakah setuju atau tidak,” ujar Triyanti salah satu orang tua siswa.

Triyanti pun mengaku sudah menerima lampiran surat pernyataan yang harus diisi, menyangkut tentang persetujuan orang tua untuk pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun secara pribadi, Ia mengaku belum setuju untuk dilaksanakan.

“Secara pribadi saya masih belum setuju untuk diterapkan. Karena kalau melihat perkembangan COVID-19 di media-media masih dinamis. Kadang turun, kemudian jumlahnya banyak lagi. Masih ada rasa was-was saja untuk kesehatan anak saya nanti,” tegasnya.

Disisi lain, saat ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng sudah mengambil ancang-ancang untuk membuka kembali sekolah. Sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Buleleng saat ini sudah berada pada zona kuning atau zona ringan penyebaran COVID-19.

Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika mengatakan, pihaknya tengah menyusun kajian untuk membuka sekolah, untuk diserahkan kepada Bupati Buleleng dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Hasil kajian akan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi gugus tugas dan pemerintah untuk membuka sekolah. Jika nantinya disetujui dan sekolah dibuka, Astika menegaskan tidak seluruh siswa akan masuk sekolah dalam waktu yang sama.
 
“Sesuai petunjuk dari pusat, itu maksimal hanya 25 persen siswa saja. Itu pun protokol kesehatan di sekolah lebih ketat lagi. Bisa saja dalam satu minggu siswa itu hanya masuk sekolah 2 sampai 3 kali. Tergantung dari jumlah siswa dan kapasitas ruangan di sekolah,” ujar Astika. (NOV)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Tim Liputan COVID



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami