Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
RUU Larangan Mikol Disahkan, ABI: Sektor Pariwisata Bali Akan Pincang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wakil Ketua Asosiasi Bartender Indonesia (ABI) Bali, Ida Bagus Gde Cendra Setiawan menanggapi wacana RUU Larangan Minuman Beralkohol (Mikol) dimana dalam pasalnya diatur soal sanksi atau denda bagi peminum mikol.
Menurutnya hal itu sangat tidak tepat kalau dibuat, karena akan sangat berdampak signifikan pada tumbuh kembangnya sektor pariwisata Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.
"Kalau saya secara pribadi tidak setuju karena terlebih, untuk membangkitkan pariwisata karena dampak pandemi sudah sangat berat, terlebih kebijakan yang dibuat melawan arus," jelasnya.
Walaupun turis tidak datang ke Bali buat minum alkohol, kata dia, tetapi perlu disikapi bahwa alkohol merupakan pemanis buat menarik wisatawan.
"Di negara mereka alkohol bukan barang langka, sehingga daerah tujuan wisata sudah tentu harus menyediakan atau menyuguhkan apa yang menjadi kebiasaan yang mereka minum," ujarnya.
Dirinya mencontohkan, di daerah mereka ibarat seperti makanan pokok nasi, kita keluar negeri sudah barang tentu rindu akan nasi, tentu sebagai pelancong akan mencari dimana bisa beli nasi dan menikmati rasanya makan nasi dan begitupun juga dengan alkohol.
"Ada batas ambang dimana alkohol itu boleh dikonsumi dan seberapa banyak harus kita konsumsi," ucapnya.
Jika kebijakan tersebut dibuat tentu akan sangat berdampak negatif akan industri arak nantinya, terlebih RUU tersebut ditujukan kepada personal yang mengkonsumsinya.
"Tentu tidak akan ada yang berani membeli dan mengkonsumsi minuman beralkohol," sampainya.
Jelas sektor pariwisata akan sangat terdampak, pajak penghasilan dari makanan dan minuman sangat besar dan ini secara langsung akan mempengaruhi pendapatan pajak daerah.
"Bukan itu saja, sektor pariwisata akan menjadi pincang, terlebih Bali merupakan daerah tujuan wisata dunia, yang tidak bisa lepas dari kebutuhan penyediaan alkohol sebagai suguhan di sektor pariwisata," paparnya.
Dirinya berharap tentu dalam hal ini pemerintah harus jeli dalam mengambil kebijakan. Dan juga, lanjutnya teliti dalam merumuskan rancangannya sehingga tidak membuat sektor pariwisata menjadi pincang.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan