Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Ini Strategi Perusda Bali dalam Pengembangan Motor Listrik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perusda Bali saat ini sudah menjajaki kerja sama dengan PT Wika Industri Manufaktur (WIMA) dalam hal mendukung penggunaan motor listrik karya anak bangsa, yakni Gesits, dan dalam proses pengembangan kawasan industri di Jembrana, Bali.
Dirut Perusda Bali, Nyoman Kami Artana mengatakan pada kawasan industri tersebut nantinya, perakitan kendaraan listrik seperti battery packaging, controller dan desain khas Bali akan dilakukan. Kendati demikian, kata dia, pihaknya tetap membuka kesempatan luas perusahaan yang terutama berfokus pada energi bersih huntuk menjadi tenan di kawasan tersebut yang luasnya sekitar 106 ha.
"Saat ini pemerintah Provinsi Bali sudah sangat baik mengambil langkah-langkah terkait dengan Implementasi Kendaraan Listrik Berbasis Baterai. Dapat terlihat dari Rencana-rencana Strategis Dinas Perhubungan Provinsi Bali dalam hal ini Kami tentu akan mendukung dan siap menjadi penggerak agar dapat terimplementasi dengan baik seperti, zonasi-zonasi Kendaraan Berbasis Listrik (KBL), pabrik KBL, zona-zona ekonomi yang mendukung implementasi KBL ini yang tentu tidak lepas dari dukungan elemen-elemen masyarakat," jelasnya.
"Intinya, implementasi KBL akan sangat bermanfaat untuk Bali karena bebas polusi udara, hemat, nyaman, dan memberikan opsi-opsi baru dalam hal teknologi," paparnya, saat dikonfirmasi, Minggu (7/2) di Denpasar.
Kendaraan Listrik tentu akan menjadi perhatian besar masyarakat terutama dari segi desain, bebas polusi, dan lebih hemat dibandingkan motor ber-BBM.
"Ini juga tentu akan sejalan dengan kebijakan-kebijakan baik nasional dan daerah terkait dengan Implementasi Kendaraan Bermotor Berbasis Listrik," sebutnya.
Sampai saat ini sedang berkomunikasi dengan PLN terkait dengan penyelenggaraan KBL ini, harapannya sistem pengisian KBL ini dapat memberikan kenyamanan nantinya bagi masyarakat yang memiliki KBL.
Nantinya, kata dia, akan ada dua opsi yakni swap baterai atau charging station. Kedua hal ini tentu akan menjadi pertimbangan dan tentu membuka peluang bagi masyarakat yang ingin juga terlibat dalam bisnis ini.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun