Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Denpasar Genjot Smart Farming untuk Tarik Petani Milenial

Kamis, 7 Mei 2026, 09:07 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Denpasar Genjot Smart Farming untuk Tarik Petani Milenial.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar terus mendorong regenerasi di sektor pertanian perkotaan melalui berbagai strategi, mulai dari penerapan urban farming hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) petani muda.

Langkah tersebut dilakukan Dinas Pertanian Kota Denpasar untuk menarik minat generasi muda agar terjun ke sektor pertanian di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata dan jasa di Kota Denpasar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, A.A. Gde Bayu Brahmasta mengatakan, pihaknya mengembangkan konsep pertanian perkotaan yang dipadukan dengan agrowisata dan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

"Urban Farming (pertanian perkotaan) dipadukan dengan agrowisata dengan komodtas bernilai tinggi, Lakukan Pelatihan dan peningkatan SDM Petani muda terutama di komoditas hortikultura (anggrek) dan pelatihan UPJA (Usaha pelayanan jasa alsintan) hingga Bantuan sarana prasarana produksi pertanan," ujarnya, Rabu (6/5/2026) di Kota Denpasar, Provinsi Bali.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga mulai mengembangkan smart farming berbasis Internet of Things (IoT) sebagai upaya modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pertanian bagi generasi muda.

"Dengan melaksanakan mekanisasi pertanian dan pengembangan smart farming berbasis IOT, serta melakukan program khusus, bagi petani milenial seperti, peningkatan SDM Petani Muda di sektor hortikultura melalui pelatihan dan pendampingan," paparnya.

Meski demikian, regenerasi petani di wilayah perkotaan masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari keterampilan generasi muda terhadap pertanian perkotaan yang dinilai belum memadai, pendapatan pertanian yang dianggap tidak stabil, hingga persaingan dengan sektor pariwisata dan jasa.

Selain itu, fragmentasi organisasi petani juga menjadi salah satu kendala dalam memperkuat sektor pertanian di Kota Denpasar.

Ia berharap generasi muda di Kota Denpasar dapat ikut terlibat aktif menjaga ketahanan pangan daerah, baik untuk saat ini maupun masa mendatang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami