Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 25 September 2026
Mengenal Hari Valentine Dari Kacamata Hindu Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bulan Februari merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan di seluruh belahan dunia untuk merayakan hari kasih sayang atau yang sering kita dengar “Hari Valentine”.
Di Indonesia, hari Valentine dirayakan oleh seluruh pasangan dengan saling bertukar hadiah, makan malam romantis atau hanya sekedar menyatakan perasaan sayangnya ke pasangan.
Perayaan hari Valentine juga dirayakan oleh masyarakat Hindu sejak zaman dulu, hanya saja masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya, yaitu Tumpek Klurut atau yang dikenal dengan Rahinan Tumpek Klurut.
Tumpek Klurut adalah upacara persembahan/yadnya yang dirayakan sebagai wujud syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Dewa Iswara atas terciptanya suara-suara suci/tabuh dalam keindahan dan seni. Jadi hari Tumpek Klurut merupakan wujud dari kasih sayang terhadap alat-alat seni berupa gamelan. Masyarakat Hindu sering menyebut dengan Odalan Gong atau Otonan Gong.
Jika di cermati lebih mendalam, hari Tumpek Klurut sesungguhnya sabagai sarana timbulnya rasa saling asah, asih, dan asuh sesama manusia dan makhluk ciptaan Tuhan melalui sarana seni gamelan/tetabuhan.
Hari Tumpek Klurut adalah salah satu bentuk implementasi dari Tri Hita Karana yang memiliki pengertian tiga penyebab kebahagiaan itu bersumber pada keharmonisan tiga hubungan diantaranya hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan lingkungan, dan hubungan manusia dengan sesama.
Hari Tumpek Klurut mengingatkan kita kembali untuk tetap saling menyayangi, menghormati dan menjaga keharmonisan antar sesama dan semua makhluk ciptaan Tuhan, apalagi di masa pandemi saat ini. Selain dengan saling menukar kado dan makan malam romantis dengan pasangan, perayaan Valentine tahun ini juga dapat kita lakukan dengan cara berbagi kepada orang- orang yang membutuhkan bersama pasangan kita. Hal ini bisa di lakukan dengan cara membagi- bagikan sembako, nasi gratis atau yang lainnya.
Jadi, Hari Kasih Sayang tidak hanya di peruntukan untuk pasangan, keluarga atau teman saja, tetapi juga untuk masyarakat di sekitar kita. Karena menebarkan kasih sayang ke semua orang akan membuat kita saling menguatkan dan saling bergotong royong di masa pandemi ini.
Penulis
Riza Putri Pratiwi
Pegiat Literasi Perpustakaan Praga Pustaka Bali
Reporter: bbn/opn
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8383 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5795 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3626 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2452 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar