Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
3 Hari Usai Nyepi Tidak Keluar dari Kos, Pria Asal Karangasem Ditemukan Tewas Membusuk
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang pria berusia 52 tahun berinisial PHY ditemukan tewas membusuk di kamar kos di Jalan Drupadi X No 11A, Denpasar Timur, Rabu (17/3/2021).
Warga setempat menyebutkan, korban yang memiliki penyakit stroke ini tidak keluar kamar selama 3 hari semenjak perayaan Nyepi lalu.
Penemuan jasad membusuk ini awalnya diketahui oleh tetangga korban sekitar pukul 15.00 WITA sore tadi. Warga awalnya menduga bau menyengat itu bangkai tikus. Penasaran, saksi lantas naik tangga dekat kamar kos korban.
"Saya mencari sumber bau dan menaiki tangga di dekat kamar korban. Saat saya senter-senter saya kaget melihat korban sudah terbujur kaku di atas tempat tidurnya," terang saksi Nyoman Dipa Wirya.
Penemuan ini lalu dilaporkan saksi ke pemilik rumah dan kemudian dilaporkan ke Polisi. Di lokasi penemuan, saksi tetangga mengatakan semasa hidupnya korban sangat tebuka kepada tetangga. Namun sejak Hari Raya Nyepi, korban tidak keluar dari kamar kos.
Para tetangga sempat mengira kalau korban diajak oleh anak pertamanya ke kampung halamannya di Karangasem. "Dia tinggal sendiri di kos dan sudah pisah sama istrinya dan punya anak dua orang," beber saksi.
Sehari-harinya korban biasanya keluar dari kamar menyapu halaman dan menjemur baju. Namun warga kaget melihat korban sudah meninggal di kamar kos diduga akibat penyakit stroke.
Sementara Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi mengatakan diduga kuat korban meninggal akibat penyakit stroke yang sudah lama dideritanya.
"Diduga sakit. Jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit Sanglah Denpasar," ungkap Ketut Sukadi.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun