Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dinas Kewalahan Lakukan Pendampingan pada BUMDes di Tabanan, Ini Penyebabnya

Senin, 22 Maret 2021, 22:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan selama ini kewalahan melakukan pendampingan terhadap (Badan Usaha Milik Desa) BUMDes yang ada di Tabanan. 

Hal itu karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang hanya ada tiga orang staf dan satu tenaga ahli perekonomian desa. Tugas mereka mengubah mindset, dari yang awalnya berada pada zona nyaman sebelum pandemi, kini harus gencar melakukan inovasi jika ingin terus bisa berkembang.

“Karena ini muaranya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di desa. Dimana mereka ini harus mendampingi sistem akuntansi Bumdes, struktur tata kelola bundes termasuk manajemen,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan, Roemi Liestyowati Senin, (22/3).

Terlebih saat pandemi Bumdes harus bisa memanfaatkan peluang dengan berbagai inovasi. Dimana dari data yang dimiliki, jumlah Bumdes di kabupaten Tabanan sebanyak 127 dari total 133 desa yang ada. 

"Kondisi mereka (Bumdes) secara umum masih berjalan, meski tidak maksimal. Dan tentunya untuk bisa bertahan harus inovatif dan beradaptasi melihat peluang usaha yang muncul saat pandemi agar kegiatan ekonomi di desa tetap bergairah," terangnya. 

Yang jelas, ditegaskan oleh Roemi, keberadaan BUMDes tidak boleh mematikan kios-kios kecil karena tujuannya menggerakkan perekonomian, dalam artian Bumdes sebagai distributor di desa. 

Diakui Roemi dari hasil evaluasi selama ini dominan kesulitan yang dihadapi Bumdes dalam perjalanannya karena faktor profesionalisme manajer dan modal. 

"Sebenarnya kalau persoalan modal, selama manajer profesional tentu bisa pinjam modal, intinya profesionalisme dan ada niat," tegasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tab



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami