Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Hasil Tes 15 Sampel Takjil BBPOM Denpasar di Dalung Permai
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dalam upaya melakukan pengawasan pangan berupa takjil untuk berbuka puasa di bulan ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Denpasar turun langsung melakukan pengawasan dengan menyasar salah satu wilayah di Perumahan Dalung Permai, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Senin (19/4) sore.
Dalam kegiatan tersebut BBPOM Denpasar mengambil sampel sebanyak 15, dari total sampel diuji tersebut tercatat semua dinilai aman dari bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Hal itu disampaikan, Ahli Madya Koordinator Substansi Infokom Balai Besar POM di Denpasar, Luh Putu Witariathi di sela pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Pada intensifikasi pengawasan pangan kali ini kami mengambil sebanyak 15 sampel berupa bakso, minuman-minuman yang berwarna merah, cendol, serta pepes pepes ikan. Parameter yang kami uji adalah uji rhodamin B, metanil yellow, boraks dan formalin," jelasnya.
Uji formalin biasanya dicurigai pada makanan olahan ikan. Sedangkan uji boraks biasanya pada kerupuk dan bakso, serta rhodamin B biasanya dicurigai pada minuman-minuman dengan warna mencolok atau berwarna merah. Dipilihnya areal Perumahan Dalung Permai sebagai sasaran intensifikasi pengawasan pangan kali ini setelah berkoordinasi dengan Pemda Badung lewat Dinas Kesehatan.
Setelah diuji sampel, hasilnya semua makanan takjil tersebut aman untuk dikonsumsi. "Dari 15 sampel diperiksa semua memenuhi syarat. Ini menandakan bahwa ada kesadaran untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya. Sehingga masyarakat yang akan berbuka puasa aman untuk mengonsumsinya," katanya.
Pihaknya tetap mengingatkan agar masyarakat semakin sadar untuk menggunakan bahan-bahan yang aman untuk pangan, sesuai dengan peraturan, sehingga masyarakat bisa mengkonsumsi makanan yang aman. Dijelaskan, mengonsumsi bahan-bahan berbahaya dalam waktu jangka panjang.
"Kandungan rhodamin B, boraks, formalin jika tidak sadar telah dikonsumai memang efeknya tidak langsung terasa. Tapi jika bertahun-tahun dikonsumsi bisa mengakibatkan iritasi lambung dan bahkan memicu kanker.Maka dalam hal ini masyarakat agar selalu cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa) setiap membeli makanan dan obat," tutup Witariathi.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun