Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 25 September 2026
DPRD Tabanan Susun Rekomendasi Aset dan PAD
BERITABALI.COM, TABANAN.
Panitia VI DPRD Tabanan sedang menyusun rekomendasi yang akan diserahkan kepada bupati baik yang menyangkut pengelolaan aset maupun optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Terkait itu, pansus ini juga sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mendorong manajemen daya tarik wisata (DTW) yang ada untuk melakukan pengelolaan secara mandiri.
Berhubung salah satu DTW, yakni Ulundanu Beratan di Kecamatan Baturiti, Tabanan telah berbentuk perusahaan sendiri. Tidak terikat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.
Dan mereka hanya terikat pada kewajiban untuk membayarkan pajak pada kas daerah. Yakni berupa pajak hiburan dan rekreasi yang ternyata rasionya jauh lebih tinggi. Hal ini bahkan sempat dicetuskan dalam rapat kerja antara Pansus VI yang diketuai I Nyoman Arnawa dengan pihak eksekutif di DPRD Tabanan beberapa waktu lalu.
Dan seperti yang ditegaskan Sekretaris Pansus VI, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, secara normatif, di awal tahun ini, semua manajemen DTW seharusnya melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dalam setahun. Dari tiga DTW potensial di Tabanan, kebetulan DTW Ulundanu Beratan, di awal tahun ini sudah mulai melakukan pengelolaan secara mandiri.
“Karena di situ tidak ada aset Pemda. Jadi dibenarkan mereka mengelola sendiri secara kelembagaan,” jelas Eka Nurcahyadi, Jumat (7/5).
Dari perubahan tersebut, sambung dia, kontribusi terhadap kas daerah justru lebih besar dan jelas. Rasionya 25 persen dan masuk ke dalam pajak hiburan dan rekreasi.
“Sehingga kami memandang DTW lain kami harapkan mempertimbangkan hal ini. Mungkin bisa menerapkan seperti yang diterapkan di Ulundanu Beratan. Pemda tidak ikut campur. Sekalipun ada aset di sana,” ujar Ketua Komisi I DPRD Tabanan ini. Menurutnya, hal itu dimungkinkan sepanjang format kerja sama ditinjau ulang sehingga ke depannya, performa manajemen DTW akan jauh lebih profesional. Dan kontribusi mereka kepada kas daerah atau PAD jauh lebih meningkat. Terfokus pada pendapatan dari retribusi parkir dan tiket masuk.
“Tidak seperti sekarang. Konsep kerja samanya mungkin dikaji ulang. Artinya, ke depannya, pendapatan yang disetorkan ke kas daerah fokus bersumber dari retribusi parkir dan tiket masuk,” tegasnya.
Di samping itu, kata dia, dari sisi audit dan pertanggungjawaban anggaran, pola seperti ini jauh lebih akuntabel. Slot pendapatannya jelas yakni retribusi parkir dan tiket masuk.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8358 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5782 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3618 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2448 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar