Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Usai "Nunas" Air di Pancoran, Sueji Tewas Jatuh dari Jembatan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Nyoman Sueji ditemukan tewas setelah terjatuh ke dalam sungai saat melintas di Jembatan Anggrek di Desa Sibangkaja, Abiansemal, Badung, Selasa (11/5/2021).
Menurut warga setempat, laki-laki usia 58 tahun warga Banjar Piakan Desa Sibang kaja, korban baru saja mengambil air dengan galon di pancoran umum di dekat lokasi kejadian.
Usai mengambil air, korban lalu menuju arah timur melintasi jembatan Anggrek.
Diduga rem blong, sehingga korban tidak bisa mengendalikan sepeda motornya dan menabrak pembatas jembatan. Korban lalu tercebur ke dalam Tukad Ayung dengan arus yang deras.
Tim gabungan dari Sar Samapta Polda Bali, Basarnas, BPBD Badung, dan Polres Badung akhirnya bisa menemukan korban sekitar pukul 10.00 WITA.
Korban ditemukan dalam keadaan tersangkut dengan kondisi telah meninggal dunia. Jasad korban kemudian dievakuasi ke atas oleh tim gabungan.
Menurut Kasi Ops Basarnas Bali Agung Alit, tidak ada kendala berarti dalam proses evakuasi karena dibantu oleh petugas bendungan Tukad Ayung dengan menutup saluran air.
"Jadi debit air sempat berkurang dan saat melakukan observasi, tim gabungan sudah bisa menemukan target," tuturnya.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun